Paskah, Kebangkitan Adalah Ungkapan Kerinduan Bersama Tuhan

Ruteng. Parokicewonikit.com – Paskah (Latin: Páscha ), adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen. Umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan[a] pada hari Jum’at sore, dan pada hari yang ketiga[b] bangkit dari antara orang mati di hari minggu pagi.

Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru.

Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.

Di Gereja paroki St.Vitalis Cewonikit Keuskupan Ruteng Perayaan ini dilaksanakan dua kali yaitu pada Jam 06.00 dan 08.00. Seperti biasa umat selalu membludak memadati gereja besar itu, Minggu, 31/3/2024.

Untuk mengantisipasi kehadiran umat, panitia menyediakan tenda besar di pelataran dan samping kiri kanan gereja.
Petugas liturgi perayaan Minggu Paskah itu, dipercayakan pada wilayah V termasuk paduan suara yang dipimpin oleh ibu Elsy Kejuru.

Paduan suara wilayah V dirigen ibu Elsy Kejuru ( foto WG )

Romo Ardi Obot, Pr. dalam kotbahnya, menyampaikan yang bernyanyi dalam misa kedua pada perayaan ini dari wilayah 5.

” Pada pesta Paskah pesta paskah Bapak Ibu adalah pesta di atas segala pesta, hari raya di atas hari raya dan disebut sebagai Minggu Paskah ” katanya.

Pada peristiwa itu dikisahkan bahwa para Rasul, makan dan minum bersama Yesus setelah dia bangkit ” ” makan bersama Bapak Ibu adalah hal yang biasa tapi makan dan minum di sini Setelah dia bangkit dari antara orang mati ini yang tidak biasa” lanjutnya.

Rm. Ardi Obot, Pr. Pastor Paroki Cewonikit, ( foto WG )

Untuk itu, kata dia dalam cara pikir yang tidak biasa dalam kehidupan baru rumah tangga juga harus diterangi dengan kehidupan baru.

Berpikir baru ialah pikirkanlah perkara yang di atas di mana Kristus berada dan janganlah berpikir tentang perkara-perkara dunia ini.Bagaimana dimaksudkan dengan memikirkan perkara di atas dan jangan memikirkan perkara di dunia ini.

” Saya merefleksikan merenung dan juga membuat refleksi dengan sangat baik tentang perempuan yang dekat dengan Yesus mereka bergegas pada hari masih gelap, hari masih gelap itu artinya mereka sudah bergerak, bergerak karena perempuan itu punya kerinduan yang dalam dengan Yesus.
Mereka ingat akan guru dan dia sebagai Tuhan di atas segala-galanya, berapa terkejutnya mereka karena ketika mereka tiba batu sudah terguling ” infonya.

Apa relevansi dalam hidup kita, kerinduan yang paling dalam adalah dari Tuhan sendiri untuk merangkul kita umat manusia;

” Ketika hari masih gelap Maria magdala dan juga perempuan yang lain bergerak menuju ke kubur Yesus Kerinduan kita yang paling dalam dalam hidup ini adalah bersatu dengan Tuhan Yesus. Kita merayakan pesta Paskah dan kebangkitan yang mulia itu didorong oleh kerinduan yang sangat dalam itu artinya seluruh diri kita juga terbawa dalam situasi merindukan itu adalah Tuhan yang membebaskan dan menyelamat” ajarnya.

Usai perayaan Ketua DPP paroki St. Vitalis Cewonikit Venantius Ngamal dalam sambutannya menyitir Injil Markus 16.6, tentang jangang takut;

” Jangan takut, demikian sapaan Malekat kepada wanita pada kubur Yesus, yang sedang terlilit oleh penderitaan dan kecemasan yang mendalam.Seruan ini, kiranya menyentuh dan menguatkan kita yang kini dalam situasi serupa. Cahaya lilin paskah telah mengalahkan kegelapan dan dosa umat manusia ” refleksinya.

Terkait dengan kesuksesan perayaan paskah tahun 2024 dia menyampaikan

” Kesuksesan, kekhusukan, kelancaran pelaksanaan perayaan paskah tahun ini, terjadi karena kerja sama dan sama sama bekerja, serta partisipasi semua pihak yang sungguh luar biasa. Untuk itu, atas nama pengurus DPP dan DKP menyampaikan ucapan terima kasih ” tutupnya.

Willy Grasias.