Surat Gembala Uskup Ruteng Natal 2023

Ruteng.parokicewonikit.com –

NATAL DAN DAMAI SEJAHTERA DI BUMI

Para imam dan umat beriman yang dikasihi Tuhan,

Pada setiap penghujung tahun, kita merayakan natal, pesta kelahiran Tuhan. Perayaan iman akhir tahun ini memiliki simbol yang indah dan sangat bernas. Hari-hari kita sepanjang tahun ternyata tidak mengalir rutin tanpa tujuan, tetapi bermuara pada perjumpaan dengan yang Ilahi.

Seluruh perjuangan hidup kita di bumi yang fana ini, juga yang pahit dan getir, tidaklah pernah sia-sia, tetapi disucikan dan dimeterai oleh cinta Allah yang abadi. Itulah sebabnya, Injil Lukas menarasikan suka cita yang membahana dalam peristiwa natal: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi” (Luk 2:14). Baik penghuni surga, para malaikat, maupun warga bumi, para gembala, bersatu dalam kegembiraan: “Gloria in excelsis Deo”.

Dalam peristiwa natal, tidak hanya terjadi perjumpaan Allah dengan manusia, tetapi juga persatuan mendasar antara yang Ilahi dan yang insani. Sang Sabda abadi telah menjadi manusia, dan tinggal di tengah-tengah kita (Yoh 1:14). Dan dengan itu seluruh kemanusiaan dunia ini termasuk mencari nafkah selalu direngkuh oleh berkat surgawi. Seperti dahulu kala dalam dunia pertukangan di Nazaret, demikian pula kini Yesus hadir dalam peluh keringat kerja kita.

Sebaliknya, dengan bekerja dan berkarya mengolah bumi ini, kita berpartisipasi dalam karya penciptaan dan penebusan Tuhan (GS, 57). Jadi sesungguhnya, segala dinamika kegiatan ekonomi dalam hidup ini merupakan bagian yang integral dari iman Kristiani.

NATAL DAN TAHUN EKONOMI BERKELANJUTAN 2023

Para imam dan umat berian yang dikasihi Tuhan,

Kita bersyukur kepada Sang Bayi Natal, karena selama Tahun Ekonomi Berkelanjutan 2023, kita boleh mengalami damai sejahtera Allah dalam kehidupan umat Keuskupan Ruteng.

Aneka program pengembangan dan penguatan ekonomi di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan telah mendorong peningkatan kesejahteraan hidup umat.

Begitu pula Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo telah mendorong tumbuhnya sektor baru ekonomi di wilayah ini yakni UMKM, yang memanfaatkan potensi-potensi lokal di bidang kuliner, seni dan kerajinan. Geliat ekonomi kreatif ini selanjutnya telah membuka lapangan kerja baru maupun sumber pendapatan baru bagi umat.

Aneka program pastoral kita tidak hanya berorientasi pada kesejahteraan tetapi juga berdimensi adil dan ekologis. Keadilan ekonomi tampak ketika kelompok yang kecil, dan terpinggirkan memiliki akses terhadap pasar. Melalui program festival-festival, produk-produk ekonomi kreatif lokal yang berasal dari wilayah terpencil, kini dikenal dan diminati oleh publik luas.

Demikian juga dalam pelbagai kelompok usaha ekonomi umat, berkembang solidaritas dan kerja sama satu sama lain. Sedangkan dimensi ekologis terwujud ketika kegiatan ekonomi berjalan serasi dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.

Dalam keselarasan dengan alam inilah, ekonomi umat kita dapat berkembang kreatif dan berkesinambungan. Singkatnya gerakan Tahun Ekonomi Berkelanjutan 2023 ini telah semakin mewujudkan ekonomi SAE: Sejahtera, Adil, dan ekologis di seantero tanah Nucalale tercinta.

Lebih dari itu, geliat ekonomi di berbagai paroki semakin mewujudkan iman yang menjadi daging dalam kehidupan umat. Mereka sungguh merasakan kehadiran Kerajaan Allah yang tidak hanya mengobati dahaga rohani tetapi juga yang memuaskan lapar jasmani.

Lebih dari itu, umat mengalami Gereja yang peduli dan terlibat dalam suka dan duka, harapan dan kecemasan nyata hidup manusia zaman ini (bdk. GS,1)

Umat mensyukuri kehadiran Gereja yang tidak hanya berkotbah tetapi juga yang berbuat, Gereja yang berdoa sekaligus bekerja, (ora et labora). Umat juga semakin merasakan “nai ca anggit tuka ca leleng”, persaudaraan dalam kehidupan Gereja (Communio).

Selaras dengan harapan Paus Fransiskus, Gereja lokal kita bertumbuh semakin sinodal. Para gembala dan kawanan domba berjalan bersama dalam tuntunan Sang Gembala Agung, Yesus Kristus.

NATAL DAN TAHUN EKOLOGI INTEGRAL 2024

Para imam dan umat beriman yang dikasihi Tuhan,

Damai Sejahtera (Shalom), yang dianugerahkan oleh Bayi Natal, tidak hanya untuk manusia saja tetapi juga bagi seluruh ciptaan.

Menurut Paus Benediktus XVI, Allah menjadi manusia, untuk menganugerahkan kembali keindahan dan keluhuran martabat alam semesta. Alam semesta itu menjadi baru manakala ia kembali terarah kepada kehendak Allah, manakala ia menerima kembali fitrahnya yang sejati dalam harmoni kehendak insani dan kehendak Ilahi, dalam kesatuan dari atas dan dari bawah.

Natal sesungguhnya merupakan “perayaan pembaruan alam ciptaan” (Kotbah Malam Natal 2007). Karena itu natal mengandung makna perutusan ekologis: manusia dan segala makhluk ciptaan dipanggil untuk mewujudkan persaudaraan universal sejagat. Bukan hanya manusia yang memuji Allah, tetapi “biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai” (Mzm 96:11).

Dalam tahun 2024 yang akan datang, Keuskupan Ruteng akan memfokuskan reksa pastoral pada Ekologi Integral. Kita ingin memperjuangkan harmoni universal antara manusia dan makhluk ciptaan dan antarsegala makhluk ciptaan, yang hanya terjadi dalam harmoni dengan Sang Khalik.

Dalam Ensiklik Laudato Si, Paus Fransiskus menandaskan bahwa alam semesta dan manusia membentuk sebuah “keluarga universal” (LS, 89). Oleh sebab itu pengelolaan alam demi kesejahteraan hidup manusia harus dibarengi oleh perlakuan terhadap alam secara lembut, adil dan bertanggung jawab.

Untuk itu sangat pentinglah pertobatan ekologis dan pedagogi ekologis. Sebab masalah ekologis berakar dalam orientasi dan semangat hidup manusia yang materialistis, konsumptif dan egoistis.

Melalui pedagogi ekologis dalam keluarga, sekolah, paroki dan masyarakat, terbentuklah etika ekologis dan gaya hidup yang ramah terhadap lingkungan (LS, 210). Atas dasar itu, seluruh program Ekologi Integral Keuskupan Ruteng tahun 2024 akan diusung dengan moto HPS: Harmoni, Pedagogi, dan Sejahtera.

NATAL DAN TAHUN POLITIK 2024

Para imam dan umat beriman yang dikasihi Tuhan,

Natal tahun ini bertepatan pula dengan persiapan Pemilu 2024. Dalam hajatan agung demokrasi ini, kita akan memilih pemimpin negara, pemimpin daerah dan para wakil rakyat.

Para Uskup KWI mengingatkan kita untuk “bijaksana dan dewasa dalam menyikapi pilihan politik yang berbeda-beda serta waspada terhadap penyebaran benih-benih kebencian yang dilakukan hanya untuk meraih kemenangan”. Kita perlu menjunjung tinggi etika politik dan mengutamakan bangsa di atas segala kepentingan pribadi, keluarga dan kelompok. “Maka politik identitas dan politik uang bukan pilihan perjuangan politik umat Kristiani.

Kita menolak politik kekuasaan yang menghalalkan segala cara termasuk mengorbankan rakyat dan merendahkan martabat luhur kehidupan” (Pesan Natal KWI 2023).

Oleh sebab itu, saya mengajak agar kita semua sungguh menggunakan hak pilih yang mengungkapkan kedaulatan dan marwah kita sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Marilah kita memilih pemimpin yang melayani kesejahteraan umum, memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM), dan pelestarian alam, serta yang merawat empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Hal-hal ini hendaknya tidak sekadar pencitraan dan gimik di media massa dan di depan publik, tetap harus terbukti dan teruji dalam rekam jejak para calon pemimpin tersebut selama ini.

Para Majus, Tiga Sarjana dari Timur, berani menolak rekayasa politik Herodes. Marilah kita juga tegas menentang segala bentuk kesewenangan dan rekayasa yang ingin melanggengkan nepotisme, kolusi dan korupsi di negeri ini.

Marilah kita menyongsong dan merayakan pesta demokrasi Pemilu dengan gembira dan dalam semangat persaudaraan.
Para imam dan umat beriman yang dikasihi Tuhan,

Natal bukanlah sekadar ritual tetap akhir tahun dari umat Kristiani. Tetapi natal adalah peristiwa agung tercurahnya cinta Allah yang berlimpah-limpah kepada kita umat-Nya.

Karena itu yakinlah, dalam segala pergumulan hidup, Allah selalu peduli dengan kita. Juga ketika dunia politik kita sekarang ini “tidak sedang baik-baik saja”,

Allah selalu setia mendampingi kita. Juga ketika akhir-akhir ini alam lingkungan kita mengalami kekeringan akibat perubahan iklim, embun surgawi tak henti menyirami bumi yang gersang. Juga manakala hidup kita menjadi loyo dan tak bergairah, Allah tak pernah lelah mencintai kita.

Sejak natal Allah berbelarasa dengan kita dalam segala situasi apa pun. Sebab Dia adalah Imanuel: Allah beserta kita (Mat 1:23). Dalam keyakinan ini, marilah kita menyambut kelahiran Sang Bayi Betlehem dengan penuh sukacita.

Selamat merayakan Natal 2023 dan memasuki Tahun Baru 2024. Tuhan memberkati.

Ruteng, 13 Desember 2023
Uskupmu.

Ttd

Mgr. Siprianus Hormat