Syukur Tabisan Imam, Romo Daniel Abdineri Ngabut di Kelompok St. Mikael Wilayah VII Paroki St. Vitalis Cewonikit.

Ruteng. Parokicewonikit com – Imam melalui tahbisannya menjadi rekan sekerja dan pembantu uskup. Mereka ditahbiskan menurut citra Kristus, Imam Agung abadi untuk mewartakan Injil serta menggembalakan umat beriman dan untuk merayakan ibadat ilahi khususnya Perayaan Ekaristi.
Berkat rahmat tahbisan, para imam diberi kuasa istimewa untuk menghadirkan Tubuh dan Darah Kristus. Mereka diberi kuasa oleh Kristus sendiri untuk menguduskan umat dengan menerimakan sakramen-sakramen.

Dalam tahbisan imam, pentahbis adalah Uskup Diosesan, dilaksanakan dalam perayaan Ekaristi dimana Uskup (disertai imam-imam lainnya) menumpangkan tangan ke atas calon imam sambil mengucapkan doa tahbisan imam.

Tabisan imam di Gereja Maria Asumta Katedral Ruteng ( foto Ist.)

Hari ini, Senin 16 Oktober 2023 di Gereja Katedral Maria Asumta Ruteng telah dilaksanakan upacara tabisan imam untuk delapan orang diakon. Kedelapan imam yang ditabiskan Uskup Ruteng Mgr. Sipri Hormat itu terdiri dari lima imam diosesan keuskupan Ruteng dan tiga orang dari imam tarekat Morfortan atau SMM.

Salah satu imam diosisan yang ditabiskan adalah Romo Daniel Abdineri Ngabut, putra sulung dari bapak Mateus Ngabut dan Ernestin Senina (almh) dilahirkan di Ruteng kelompok St.Mikael Wilayah VII Paroki Cewonikit Ruteng pada tanggal 24 April 1995. Saudara kandungnya Andilianus Haryanto Ngabut dan Marsela Dianastin Ngabut.

Pendidikan yang ditempuhnya, TK St.Maria Fatima Cewonikit, SDK Cewinikit, SDK Bari. SMP St. Klaus Kuwu, Seminari menengah St. Yohanes Paulus Labuan Bajo, SMAK St. Ignasius Loyola Labuan Bajo, Studi Filsafat/ Teologi di STFK Ledalero Maumere.

Syukuran tabisan (foto WG )

Resepsi syukur atas peristiwa tabisan itu dilaksanakan di Kelompok St. Mikael Wilayah VII Paroki St. Vitalis Cewonikit Ruteng, usai upacara Tabisan di Gereja Katedral Ruteng.
Diselah resepsi syukur untuk tabisan imam, media ini berbincang hangat dengan orang tua Yubilaris bapak Mateus Ngabut.

Menurut ayah kandung dari Romo Daniel Abdineri Ngabut, Pr. Sejak dalam kandungan dia mempunyai keyakinan bahwa anak yang didalam kandungn adalah laki laki dan saya berniat agar kelak anak itu dipersembahkan untuk jadi Imam. Keyakinan ini juga didukung oleh ayah saya bahwa anak yang didalam kandungan itu laki laki dan kelak akan jadi imam.

” Bukanlah sebuah kebetulan Sejak dalam kandungan, saya mempunyai keyakinan bahwa anak kami laki laki dan saya persembahkan untuk jadi Imam. Keyakinan ini juga didukung oleh ayah alm bapak Lukas Lagem, bahwa anak yang didalam kandungan itu laki laki dan kelak akan jadi imam ” jelasnya.

Bapak Mateus Ngabut ayah dari Yubilaris ( foto WG)

Selanjutnya, Romo Daniel Abdineri Ngabut ditabiskan pada hari ini, orang tuanya juga berpesan bahwa panggilan itu harus dipertangungjawabkan sebab baginya hidup adalah sebuah pilihan yang harus dipertanggunjawab.
” Bagi saya hidup ini adalah pilihan, mengapa memilih ? karena pada pilihan itu upaya dan perjuangan dipertaruhkan untuk mencapai tujuan, dengan demikian haruslah dipertangungjawabkan ” katanya memotivasi putra sulungnya.

Perayaan syukur tabisan dilaksanakan di kediaman bapak Kayetanus Mbot, hal ini disebabkan karena imam baru dilahirkan di kelompok ini, dan pak Mateus adalah ketua kelompok pertama setelah kelompok St. Yosef dimekarkan dan terbentuklah kelompok St . Mikael.

” Saya sebagai Ketua Kelompok mengakomodir harapan pa Mateus agar perayaan ini dilaksanakan di kelompok ini, sebab masa kecil imam baru ini di Kelompok Basis Gerejawi (KBG) ini dan pak Mateus adalah Ketua Kelompoknya ” tuturnya

Resepsi syukur imam Romo Daniel Abdineri Ngabut sangat meriah, yubilaris di jemput pada gapura oleh umat Wilayah VII Paroki St. Vitalis Cewonikit dan dilanjutkan dengan resepsi di rumah kediaman bapak Kayetanus Mbot yang juga ketua KBG St. Mikael.
Redaksi /WG