Romo Marten Jenarut: Tentang Festifal Golo Curu

Ruteng. parokicewonikit.com
Festival Maria Ratu Rosario Golo Curu adalah bagian dari program besar Keuskupan Ruteng yang disebut pastoral  pariwisata holistik.

Program pariwisata holistik ini multi dimensi; menyentuh berbagai aspek kehidupan umat mulai dari ekonomi, sosial budaya dan religi.

Dalam konteks pariwisata  yang multi dimensi inilah Festival Maria Ratu Rosario ini dilaksanakan.

Berikut adalah satu dua informasi yang ditranskrip dari wawancara komsos ruteng dengan Ketua Pelaksana Festival Maria Ratu Rosario Golo Curu 2023 Rm Marten Jenarut Pr, di Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng Senin (25/09/2023)

Latar Belakang
Gereja Keuskupan Ruteng melihat pariwisata sebagai upaya mengendus jejak Allah melalui perjumpaan dengan sesama manusia, dengan alam dan budaya.

Gereja Keuskupan Ruteng meyakini Bunda Maria yang selama ini menjadi salah satu subjek spiritual menjadi pengantara hubungan manusia dengan Tuhan. Keyakinan itulah yang membuat Keuskupan Ruteng pada tahun 2023 ini dalam konteks pariwisata holistik ini melaksanakan festival Maria Ratu Rosario Golo Curu.

Tujuan/harapan
Festival Golo Curu tidak hanya berdimensi religius. dalam konteks religius, Festival ini diharapkan membuat orang mencintai Bunda Maria, membuat orang semakin dekat dengan Bunda Maria, semakin selalu ada bersama Maria dalam doa-doa kepada Tuhan.

Festival Golo Curu sebagai sebagai festival rohani akan membantu pengembangan peningkatan iman umat, khususnya dalam devosi kepada Bunda Maria.

Kegiatan
Festival Golo Curu dikemas supaya berdimensi ekonomi. Maka dalam festival ini kita membuka ruang pameran UMKM.

Festival ini berdimensi budaya. Ini dimulai dengan pertemuan dengan tokoh-tokoh adat pemegang ulayat. Selain itu, akan ada pementasan seni tari dan pertunjukan budaya.

Kegiatan utama dalam festival ini yaitu kegiatan rohani, meliputi Misa, ibadat, prosesi, seminar rohani.
Kegiatan lainnya yaitu kegiatan caritatif bagi kelompok-kelompok rentan yang telah diinventarisasi oleh panitia.

Akan ada pameran UMKM di halaman parkir Katedral untuk memasarkan produk-produk.
Kegiatan-kegiatan budaya: pertunjukan tarian, caci.

Tempat Kegiatan:
Fegiatan Festival Golo Curu akan dipusatkan di pelataran Katedral Ruteng. Festival Golo Curu adalah perayaan Keuskupan yang menempatkan taman doa Golo Curu sebagai satu bagian dari aktivitas kerohanian seluruh umat keuskupan.

Kita membawa Golo Curu ke pusat Keuskupan yaitu Katedral. Selain itu, alasan praktisnya adalah tidak cukup luasnya taman doa Golo Curu dan akses ke sana yang terbatas, sementara kegiatan festival ini melibatkan banyak orang.

Yang diundang hadir:
seluruh paroki sekeuskupan Ruteng diundang hadir ke Festival Golo Curu. Yang diwajibkan hadir yaitu paroki-paroki sekevikepan Ruteng. Kevikepan Labuan Bajo, Reo dan Borong juga diundang hadir. Untuk akomodasi, paroki-paroki di Kota Ruteng (Paroki katedral, Cewonikit, Kumba, Karot) menyiapkan akomodasi bagi semua tamu yang datang dari paroki-paroki lain.

Kepanitiaan Festival:
Pemerintah Kabupaten Manggarai juga memiliki perhatian yang sama bagi pengembangan pariwisata religi. Tagline pariwisata yang diprogramkan oleh pemerintah Manggarai yaitu pariwisata yang menjamin Land of Harmony, keharmonisan relasi sosial maupun dalam relasi dengan lingkungan dan budaya.

Konsep land of harmoni ini persis bersentuhan dengan pastoral pariwisata holistik yang dikembangkan oleh Gereja Lokal.

Jadi ada pertautan program antara Gereja Lokal dan pemerintah daerah. Pemerintah Daerah Manggarai ikut terlibat dalam Kepanitiaan Festival Golo Curu. ini adalah bentuk dukungan secara institusional pemda Manggarai bagi kesuksesan festival Golo Curu.

Selanjutnya, yang ikut terlibat juga adalah kelompok – kelompok UMKM, sekolah, lembaga-lembaga pendidikan, tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat. keterlibatan semua pihak ini indah dan membuat apa yang menjadi tujuan akan tercapai.

Keterlibatan lintas agama:
Kelompok-kelompok lintas agama telah dikoordinasi oleh Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai. Jadi dalam kepanitian ini juga melibatkan saudara-saudara yang beragama Islam, Hindu, Kristen, Budha dan Konghucu. Mereka akan terlibat mulai dari acara pembukaan sampai dengan mengisi acara pada hari-hari Festival Golo Curu.

Demikian resapan satu dua informasi yang ditranskrip dari wawancara komsos ruteng dengan Ketua Pelaksana Festival Maria Ratu Rosario Golo Curu 2023 Rm Marten Jenarut Pr.

Panitia FKG/WG.