Misa Serentak pada KBG di Kota Labuan Bajo, Menjelang Prosesi Akbar Patung Maria Asumta Nusantara

Labuan Bajo. perokicewonikit.com – Prosesi akbar perarakan Patung Maria Assumpta Nusantara di Festival Golo Koe 2023, berlangsung di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 14 Agustus 2023 sore.

Sesuai jadwal yang dikeluarkan panitia besar FGK 2023, sebelum perarakan Patung Maria Assumpta, kegiatan para peziarah dari 86 Paroki dalam Keuskupan Ruteng yang meliputi wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur, digelar perayaan Ekaristi serentak pada seluruh Komunitas Basis Gerejawi (KBG) pada dua paroki di Labuan Bajo, masing – masing Paroki Roh Kudus Labuan Bajo dan Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi, tempat para peziarah itu ditampung.

Bapak Urbanus Agur warga KBG St.Fesilitas ( foto WG)

Perayaan Ekaristi juga dilaksanakan pada KBG Santa Felisitas Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi, Labuan Bajo.

Pada KBG ini, sesuatu yang istimewa bagi umat, sebab dipimpin Pastor Paroki Santu Vitalis Cewonikit, Romo Benediktus Ardi Obot, Pr, yang sebelumnya adalah Pastor Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi yang sungguh dekat dengan umatnya.

” Bukan sebuah kebetulan, namun terbungkus dalam penyelenggaraan Ilahi, selama Festival Golo Koe berlangsung tanggal 10-15 Agustus 2023, Romo Ardi Obot bersama rombongan dari Paroki Santu Vitalis Cewonikit yang terdiri dari utusan DPP, DKP dan OMK Santu Teofilus, sesuai pembagian tempat menginap selama FGK 2023 berada di KBG Felisitas. Olehnya karena rumah saya juga bagian dari tempat menginapnya para peziarah dari Paroki Cewonikit, dengan demikian kami menambah banyak keluarga karena ivent ini” komentar Urbanus Agur salah satu warga KBG St. Felisitas.

Rm. Ardi Obot pada perayaan Ekaristi (foto WG)

Dalam Misa Kudus tersebut, Romo Ardi Obot menyampaikan bahwa pelaksanaan Misa Kudus di setiap KBG jelang prosesi akbar perarakan Patung Maria Assumpta Nusantara, merupakan hal paling utama di atas berbagai kesenangan (pergelaran seni dan budaya serta pameran kuliner, red) yang berlangsung selama pelaksanaan Festival Golo Koe ini.

“Dalam Festival Golo Koe, walaupun banyak kesenangan lainnya, namun Misa Kudus (bagi umat Katolik) tetap di atas segalanya,” kata Romo Ardi Obot.

Misa Kudus ini, kata dia, juga merupakan bentuk ungkapan syukur atas semua berkat Tuhan. Baik berkat untuk pelaksanaan Festival Golo Koe maupun berkat bagi Labuan Bajo yang diberikan Tuhan melalui karya besar Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kita pantas bersyukur kepada Tuhan, karena melalui Presiden Jokowi, Labuan Bajo bisa seperti sekarang ini. Nama Labuan Bajo pun meroket, seperti kota – kota besar lainnya di dunia. Tanpa Presiden Jokowi, Labuan Bajo pasti tetap seperti dulu. Jadi, pantaslah kita bersyukur kepada Tuhan,” ungkap Romo Ardi Obot.

Pada akhir perayaan Ekaristi Rm.Ardi menyerahkan arca Bunda Maria dan Salib meja untuk digunakan pada ibadah dan perayaan Ekaristi di Kelompok ini.

Sebelumnya, pada 10 Agustus 2023 lalu, Romo Ardi Obot bersama rombongan dari Paroki Santu Vitalis Cewonikit, disambut secara adat Manggarai oleh warga KBG pimpinan Ketua KBG Santa Felisitas, Lambertus Jeharu.

Perarakan arca Bunda Maria Asumta Nusantara diawali dari kampung Ujung ( foto WG )

Sementara itu, prosesi akbar perarakan Patung Maria Assumpta Nusantara di Festival Golo Koe 2023, dilakukan di darat dan perairan laut Labuan Bajo, serta diikuti ribuan umat Katolik dan berbagai suku nusantara.

Prosesi akbar ini dimulai dari Kapela Stella Maris Kampung Ujung, Labuan Bajo dan berakhir di Gua Maria Golo Koe, Labuan Bajo.

Redaksi/WG.