Rombongan Peziarah Paroki St. Vitalis Cewonikit Disambut oleh KBG Sta. Felisitas Paroki MBSB Wae Sambi

Labuan Bajo. Dengan menumpang tiga mobil rombongan itu pukul 10.30 meninggalkan Pastoran St. Vitalis Cewonikit dan sampai di Labuan Bajo pada pukul 13.30 waktu Labuan Bajo, untuk mengikuti rangkaian acara pada festival Golo Koe 2023.

Rombongan itu terdiri dari tujuh orang utusan DPP dan DKP dan OMK St.Teofilus yang dipimpin Rm. Ardi Obot Pastor Paroki St. Vitalis Cewonikit.

Matahari Labuan Bajo siang itu masih panas warga KBG Sta. Felisitas Paroki Bunda Segala Bangsa Wae Sambi, menyambut peziarah Paroki St. Vitalis Cewonikit Keuskupan Ruteng, dengan penuh persaudaraan.

Rommbongan peziarah paroki st.Cewonikit
( foto WG)

Rombongan peziarah dari Paroki St. Vitalis Cewonikit menginap di KBG Sta. Felisitas Paroki Wae Sambi.
Warga KBG Sta Felisitas sudah menanti. Seperti biasa semua tamu istimewah pada kota premium ini disambut penuh dengan hospitality ( penuh keramahan ).

Ketua KBG Sta. Felisitas, Lamber Jeharu bersama warga menyambut peziarah dari Paroki St. Vitalis dengan sapaan adat selamat datang dengan simbol tuak dan seekor ayam putih.

” Romo dan rombongan dari paroki Cewonikit, selamat datang di KBG ini, semoga hari hari selama rombongan di tempat ini, untuk mengikuti kegiatan festival Golo Koe 2023 betah dan dan at home serta berkat bagi kami semuanya ” sapanya.

Anggota KBG Sta.Felisitas paroki Wae Kesambi (foto WG)

Menanggapi sapaan yang penuh persaudaraan itu, Romo Ardi menyampaikan;

” Terima kasih atas penerimaan ini, sebab kita dipertemukan oleh Bunda Maria Asumta Nusantara. Semoga festival ini, menjadikan kita saling mendoakan dalam hidup ini ” katanya.

KBG Sta. Felisitas berjumlah 30 KK dan kehidupan menggereja cukup bagus, hal ini ditunjukkan dengan kebersamaan mereka, ketika menerima peziarah dari paroki St. Vitalis Cewonikit.

Semua peziarah yang datang dari 76 Paroki seluruh Keuskupan Ruteng untuk mengikuti rangkaian acara festival Golo Koe 2023, ditampung pada KBG pada Paroki Roh Kudus Labuan Bajo dan Paroki Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi.

Redaksi/WG.