Uskup Ruteng Mgr. Sipri Resmikan Kapela Stasi Bere Paroki Beokina.

Ruteng. parokicewonikit.com – Selasa 11/7/2023 bertempat di Bere Desa Bangka Ajang Kecamatan Rahong Utara, Uskup Ruteng Mgr. Sipri Hormat, mengurapi sekaligus meresmikan Gedung Gereja Stasi Bere dalam wilayah gerejani Paroki St. Antonius Abas Beokina.

Mgr.Siprianus Hormat menyampaikan Umat Paroki Beokina Sungguh Diberkati dua Kapela yang diresmikan oleh Uskup Ruteng Mgr.Siprianus Hormat menyampaikan pada tahun ini yaitu Kapela St.Nicholas Copu desa Kakor Kecamatan Ruteng, yang dibangun oleh kelompok donatur perhimpunan perkumpulan bersatu teguh sekarang Kapela St.Silvester Bere, oleh Keluarga Lambertus Laot dalam diri bapak Silvester Sudin di Bere Desa Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara.

Mgr Sipri Hormat, dalam arahannya ( foto WG )

“Umat Paroki Beokina sungguh diberkati. Pada tanggal 6 Juni yang lalu oleh Karinal Langsung. Kardinal datang di Ruteng dua kali yaitu di Keuskupan dan Paroki Beokina, dan hari ini kita resmikan Kapela St.Silvester Bere, ” demikian Uskup Sipri.

Lebih lanjut Uskup Sipri menyampaikan refleksi yang mendalam tentang Gereja yang didirikan yaitu; bukan tentang kemegahan, kemewahan tapi apa pengalaman Iman yang muncul

” Apa yang muncul dari kemegahan gedung gereja, Kapela yang Megah? dari aspek imam, akan bermakna bagi kita, tentunya kesadaran akan hidup doa dan Ekaristi ditingkatkan. Mempunyai hati yang kekal dan percaya kepada Tuhan ” lanjut Mgr.Sipri Uskup Sipri

Peresmian Kapela Stasi St.Silvester Bere oleh Mgr.Siprianus Hormat Pr. juga dihadiri beberapa Imam yaitu Sekjen Keuskupan Ruteng Romo Manfred, Provinsial SVD Ruteng Pater Paulus T.Jogo, ekonom keuskupan Ruteng Romo Alo Jonson Vikep Ruteng, pastor Paroki Beokina Rm Roby Mbongor dan pastor paroki Sita Rm. John Samur, yang turut hadir.

Kehadiran Uskup Ruteng dan rombongan di Bere sebelum pengurapan dan pengresmian gedung gereja itu, sambut dengan Ritus Adat Tuak Curu, diiringi Ronda dan tuak kapu di Rumah Adat Gendang Bere.

Penjemputan YM uskup Ruteng Mgr. Sipri ( foto WG)


Usai penerimaan dilangsungkan penandatanganan prasasti dengan menyerahkan secara resmi kunci Gereja oleh perwakilan Keluarga Lambertus Leot yang diwakili oleh anaknya sekaligus donatur Silvester Sudin dan Istri Mery Kambuno.

Pengguntingan pita dan penyerahan kunci gereja (foto WG )

Gereja megah yang berdiri pinggir jalan tepat depan Kampung Bere ini akan menjadi tempat ibadah Stasi Bere yang mencakup Kampung Bere dan Kampung Pau, Desa Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.

Pembangunan Kapela Bere di Keuskupan Ruteng ini tidak lepas dari niat tulus Silvester Sudin, selaku donatur yang juga putra kelahiran Kampung Bere.

Silvester Sudin dan Nyonya ( foto WG)

Usai peresmian kepada sejumlah awak media, Silvester Sudin menyampaikan ungkapan hatinya yang dikemas dalam ” secercah cinta untuk kampung halaman” yang syarat akan nilai iman, petualangan spiritual yang mengetuk hatinya untuk berbagi kasih kebaikan sehingga menghadirkan Gereja Kapela St.Silvester Bere.

” Motivasi yang terpatri ialah, iman, harapan dan kasih. Kemudian berakar, bertumbuh dan berbuah lalu di pecah dan berbagi”Iman, harapan dan kasih. Kemudian berakar, bertumbuh dan berbuah diberkati, dipecah dan dibagi. Itulah motivasi dasar saya dalam menghadirkan Kapela.St.Silverter Bere,” ungkap Silvester.

Keluarga alm bapak Lambertus Leot ( foto WG )

Silvester merasa kehidupannya bersama Istri tercinta Mery Kambuno merasa diberkati.

“Karena merasa kehidupan saya dan istri merasa diberkati. Berkat itu kami pecah -pecah dan kami bagi .Perwujudan dari tiga hal itu, dibangunlah Kapela St.Silvester Bere,” kata pria yang beristrikan nyonya Mery Kambuno.

Proses pembangunan gedung gereja itu hampir 4 tahun, namun tetap sabar dalam penantian dan kuat dalam harapan serta cinta akan rumah Tuhan mampu menjadikan segalanya indah pada waktunya. Mengutip mazmur 69;10 sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku, yang selaras dengan prinsip hidup pa Silvester yaitu;

” Semakin banyak memberi, semakin banyak mendapat, membuat saya berjuang, sampai impian ini terwujud. Apapun anda mau, karena kemauan adalah fundasi Titian dalam menggenggam kesuksesan dan selanjutnya berbagi kepada sesama agar semakin diberkati ” tutupnya.

Redaksi / WG.