Belajar dari Mateus Seorang Pemungut Cukai, Untuk Ikut Yesus

Ruteng. parokicewonikit.comSetelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.

Matius profesinya pemungut cukai mau mengikuti Yesus menjadi muridNya lalu ia mengadakan perjamuan dengan Yesus di rumahnya dan mengundang kolega sesama pemungut cukai dan seperti biasa, orang Farisi mengkritik Yesus.
Matius 9:11

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Timbul pertanyaan:
Mengapa Matius langsung mengikuti Yesus padahal ia seorang pemungut cukai yang biasanya “alergi” dengan hal hal rohani sebab bertolak-belakang dengan pekerjaannya yang berlawanan dengan hal-hal rohani?

Padahal Yesus tidak menjanjikan sesuatu ketika mengajak Matius mengikutiNya tetapi toch Matius meninggalkan segala pekerjaannya dan mau ikut Yesus berarti ada sukacita Ilahi tercurah pada Matius dan ia segera menanggapinya.

Romo Ardi saat penyembahan Sakramen Mahakudus (foto WG)

Itulah bagian kotbah dari Romo Ardi Obot ketika memimpin misa pada pembukaan rekoleksi Kegiatan Kebangunan Rohani Katolik yang dilaksanakan pada Jumat, 7/7/2023 di Gereja St. Vitalis Cewonikit oleh Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM) Wilayah Flores bersama komunitas suster Putri Carmel.

” Mari kita belajar dari Mateus agar meninggalkan segala galanya untuk mengikuti Yesus. Jangan banyak alasan yang tidak ada gunanya jika kita mau mengikuti Yesus ” katanya.

Usai Misa pembukaan dari kegiatan yang dilaksanakan dari tgl 7/7/2023 s.d. 9/7/2023 Pelayan KTM provinsi Flores Nyonya Meliyanti Gunawan menyampaikan bahwa KTM merupakan perkumpulan umat beriman yang bersama ingin mencapai tujuan hidup Kristiani.

” Tujuan hidup Kristiani tersebut terdapat dalam Mrk. 12:30 “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” kata nyonya pemilik Toko Ria yang bersama suaminya Frans Ade selalu terlibat dalam kegiatan gereja.

Dijelaskan komunitas ini Komunitas Tritunggal Mahakudus – Katolik
Organisasi Keagamaan, didirikan pada 11 Januari 1987 Oleh Rm Yohanes Indrakusuma CSE, Frater CSE, Suster P.Karm & KTM adalah tiga bersaudara.

Nyonya Meliyanti Gunawan saat menjadi Lektor ( foto WG)

Nama KTM dengan tujuan agar para anggotanya selalu mengenangkan misteri cinta agung antara Bapa, Putera, dan Roh Kudus.

” Kita hendaknya membuka hati agar bisa menerima segala sesuatu dari Tuhan Allah; apakah itu BerkatNya atau UjianNya supaya iman kita semakin teguh dan kian percaya kepada Tuhan Allah ” imbuhnya.

Disampaikan juga oleh nyonya Melyanti bahwa sejak beliau memimpin organisasi yang anggotanya berasal dari kabupaten sedaratan Flores ini untuk Kabupaten Manggarai sudah melaksanakan kegiatan yaitu, di paroki Kristus Raja Mbaumuku, paroki Katedral untuk para orang tua yang anaknya sambut baru dan saat ini di paroki St.Vitalis Cewonikit dengan Thema hidup baru dalam roh.

Redaksi / WG.