Misa Peringatan Satu Tahun Meninggalnya Sirilus Soo, Tokoh Umat Paroki Rua

Ruteng. Parokicewonikit.com – Gereja Katolik mengajarkan, setiap orang yang meninggal akan mengalami keselamatan di dalam Surga. Namun, mereka yang telah meninggal tidak seluruhnya langsung masuk ke dalam Surga tetapi mengalami pemurnian di api penyucian. Mereka yang berada di api penyucian akan mengalami keselamatan dengan doa-doa dari orang-orang yang masih berada di dunia.

Keluarga besar almarhum di Manggarai (foto WG )


Atas dasar itu, keluarga almarhum bapak Sirilus Soo yang meninggal 31 Mei 2022 di Golo Pau, Desa Lalong , Paroki Rua, Keuskupan Ruteng, hari ini memperingati kematian almarhum genap satu tahun meninggalnya.
Pada kesempatan itu misa dipimpin oleh Romo Yosef Karus, pastor paroki Rua, Keuskupan Ruteng, didampingi Pater Yakobus Modo, SVD dan Pater Lukas, OSM.
Mengawali misa peringatan satu tahun meninggalnya almarhum imam projo Keuskupan Ruteng itu menyampaikan;


“Dalam hidup sebagai orang katolik pengadilan setelah kematian yaitu masuk Surga dan atau Neraka sejalan dengan ajaran gereja Katolik, namun ada suatu Surga yang tertunda yaitu purgatorium atau api penyucian, itulah sebabnya kita berkumpul malam ini untuk mendoakan almarhum Sirilus Soo, dengan satu keyakinan bahwa masih perlu dimurnikan dalam api penyucian, dan dia butuh doa doa kita terutama perayaan Ekaristi untuk keselamatan jiwanya.” arahnya membuka perayaan itu.


Selanjutnya dalam kotbahnya sebagai sebuah peneguhan, imam projo keuskupan Ruteng yang dipercayakan memimpin paroki Roh Kudus Rua menyampaikan.


” Kita adalah manusia yang masih bersiarah di dunia ini, marilah kita saling mendoakan.Janganlah seperti kerbau yang tidak sanggup memuji dan memuliakan Tuhan dalam hidup ini ” ajarnya.

Melyluana Selamet mewakili keluarga ( Foto WG )


Pada kesempatan itu, mewakili keluarga dari pihak istri ibu Melyana Selamet istri dari bapak Viktor Selamet menyampaikan;


” Misa memperingati setahun almarhum bapak Sirilus Soo, adalah sebuah peristiwa penting dan membuat almarhum tetap hidup di hati keluarga terutama keempat anaknya yaitu, Sony, Erni, Engel dan Ratna. Semoga almarhum masuk dalam persekutuan para Kudus sesuai intensi kita malam ini ” harapnya


Almarhum Sirilus Soo adalah seorang pensiunan guru asal Nua Mori, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo yang semasa hidupnya mengabdi di Kabupaten Manggarai sebagai seorang guru sejak tamat dari SPG Boawae 1982.


Misa memperingati satu tahun meninggalnya dihadiri kerabat keluarga serta para imam dan frater dari biara OSM Golo Bilas Ruteng dan para suster dari OSM Pisa yang sudah lama berkarya di Keuskupan Ruteng.


Redaksi/WG.