Misa Pemakaman Bapak Blasius Ambal

Ruteng. parokicewonikit.com – Misa arwah tentu saja selalu berkaitan dengan kematian orang. Gereja harus juga mempersembahkan kurban ekaristis bagi para arwah yang semasa hidupnya mengimani Kristus. Seringkali fenomena Misa Arwah ini lebih dikenal juga dengan istilah Latin “Missa Requiem” (requies = istirahat), namun istilah resminya “Missa defunctorum”

Kita perlu juga mendoakan atau memberi pertolongan rohani kepada yang sudah meninggal. Meskipun sudah meninggal, arwah orang beriman juga masih perlu ditemani. Sekaligus kita hendak menghibur yang ditinggalkan (keluarga, kerabat, teman, kenalan, dsb) dan menumbuhkan harapan mereka. Setiap orang Katolik yang meninggal dunia hendaknya didoakan dengan ritus Gereja Katolik.

Gereja hendak memuji dan bersyukur kepada Allah atas anugerah kehidupan yang kini telah diambil kembali oleh Allah, Sang Empunya. Misa sebagai kenangan akan kematian dan kebangkitan Kristus merupakan perayaan utama dari perayaan kematian kristiani. Melalui perayaan itu pula Gereja memohon cinta dan belas kasih Allah, serta pengampunan dosa bagi yang meninggal. Pada perayaan itu seluruh umat kristiani menegaskan dan mengungkapkan kesatuan Gereja di dunia dengan Gereja di surga yang berhimpun dalam persekutuan para kudus.

Demikian pada Rabu, 10/5/2023 di Kelompok St. Sisilia Dongang II Wilayah III Paroki St. Vitalis dilaksanakan Misa pemakaman untuk almarhum bapak Blasius Ambal, seorang tokoh umat yang meninggal pada Senin, 8/5/2023 di rumah sakit umum daerah Ruteng Kabupaten Manggarai karena menderita sakit.

Meninggalnya almarhum membuat kerabat dan keluarga serta handai tolan berjubel datang untuk menyampaikan ucapan belasungkawa sejak meninggalnya pada hari Senin malam sampai dengan misa pemakamannya.

Romo Ardi Obot, Pr Pastor Paroki St. Vitalis Cewonikit ( Foto WG )

Misa pemakaman ini dipimpin Pastor Paroki St. Vitalis Cewonikit Ruteng Romo Ardi Obot, PR di rumah kediaman almarhum di Kelompok St. Sisilia Dongang II wilayah III. Pada awal perayaan itu, romo Ardi mengajak umatnya untuk bersatu hati dalam mendaraskan doa doa pada Tuhan demi keselamatan jiwa dari almarhum;

“ Almarhum kae Blasius sudah membaktikan seluruh diri dan hidupnya dalam kesederhanaan untuk kemuliaan Tuhan dan kebahagian keluarga, rumah tangga sebagai Gereja kecil yang dibangunnya bersama kae mama Erna. Semuanya kita makotai dengan perayaan Ekaristi, sebab dia mencintai Ekaristi. Kini dia merayakan Ekaristi abadi di Surga. Lagu lagu dan doa doa yang kita lambungkan agar kae Blasius Ambal mengalami kebahagiaan Surga “ ajaknya.

Selanjutnya dalam homilinya imam Tuhan itu menyampaikan bahwa ketika kita menjawab dengan baik dalam perayaan kudus ini, maka dia yang kita kasihi bapak Blasius Ambal dia sungguh menjawab suara Tuhan dalam keabadian.

“ Kabar meninggalnya kae Blasius ini mengejutkan dan juga menyedikan namun Bacaan Suci yang diambil dari Roma 14:8-9  Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.

Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup, Janganlah larut dalam kesedihan “ katanya

Mengutip Injil Tuhan  pada Misa Pemakaman ini  (Yoh 12:24-26) Sesungguhnya Aku berkata berkata kepadamu: Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Siapa saja yang mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi siapa saja yang membenci nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Siapa saja yang melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.

“ Dalam setiap biji gandum terkandunglah suatu potensi untuk bertumbuh, menjadi matang dan menghasilkan buah. Akan tetapi agar dapat bertumbuh, biji gandum itu pertama-tama harus ditanam/jatuh ke dalam tanah dan menjadi mati, artinya menyerahkan dirinya untuk perubahan selanjutnya. Hanya dengan begitu biji gandum itu dapat menghasilkan kehidupan “ tutupnya.

Kristo Ambal putra tertua bapak Blasius Ambal bersaksi ( foto WG )

Terpisah Kristo Ambal putra Bpk Blasius Ambal  menuturkan kepada media ini; bahwa almarhum dimata anak-anak. adalah seorang pekerja keras dan pergaulannya luas. Kami selalu diajarkan untuk selalu terlibat aktif dalam urusan keluarga dan masyarakat

“ Bpk Sius seorang ayah yang luar biasa. Seorang pekerja keras dan pergaulannya luas. Kami selalu diajarkan untuk selalu terlibat aktif dalam urusan keluarga dan masyarakat. Bapak Sius juga sosok penyayang dan teman ngobrol yang asyik. Sosok pribadi sederhana dengan hati seluas samudra, juga  pribadi bijaksana “ katanya sambil mengurai air mata.

Bpk. Blasius Ambal meninggalkan seorang istri ibu Emilia Mariana Ninuk dan tujuh orang anak dan menantu yaitu : 1. Erna Ambal, Suami: Vitalis Radi; 2. Kristo Ambal, istri: Erlin Nangkur; 3. Jefri Ambal, Istri: Teresia Lembu; 4. Walter Ambal, 5.Yuyun Ambal, Suami: Yanto Pampo; 6. Raimundus Ambal, istri: Reni Kabut; 7. Yulius Ferdinando Ambal, istri: Dewi Mariska Jarut. dan cucu 8 orang

Redaksi / WG