Perayaan Ekaristi  Adalah Jaminan Hidup Kekal

Ruteng. parokicewonikit.com – Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal ,  dan hari kematian   lebih baik dari pada hari kelahiran. Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah   kesudahan   setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya. Bersedih lebih baik dari pada tertawa,   karena muka muram membuat hati lega.  Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria.

Demikian salah satu bacaan Suci dari Kitab Pengkotbah yang diperdengarkan dalam Misa memperingati 40 hari meninggalnya almarhum  bapak  Andreas Gandi warga kelompok Rambung Wilayah V  paroki St. Vitalis Cewonikit  Ruteng, Jumad 28/4/2023 di rumah duka.

Bacaan yang diperdengarkan pada peristiwa kedukaan itu dilanjutkan dengan pembacaan  Injil Yohanes tentang darah dan daging Yesus sebagai jaminan hidup kekal.  Kata  Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Torok persembahan ( foto WG )

Bacaan ini menghantar umat beriman yang hadir untuk memahami tentang tentang darah daging Yesus yang dimakan sebagai jaminan hidup kekal yang dielaborasi dengan apik oleh Romo Marten Jenarut, Pr. dalam kotbahnya.

“ Menarik bacaan Suci malam ini tentang makan tubuh dan darah Yesus yang disampaikanNya, sebagai jaminan untuk hidup kekal dan akan dibangkitkan pada akir jaman. Para tokoh Yahudi kala itu bertengkar karena mereka tidak meyakini bahwa Yesus adalah Putra Allah “ kata imam yang bertindak sebagai selebran utama pada perayaan itu.

Selanjutnya imam yang adalah juga Ketua JPIC Keuskupan Ruteng  menyampaikan bahwa tentang makan daging dan darah Yesus  mau menghantar kita pada peristiwa perjamuan akhir. Perjamuan akhir bukan sekedar pesta perpisahan dengan para murid, namun hakekatnya sebuah panggung yang menunjukkan bahwa Yesus berkoban mati disalib dan pada hari ketiga bangkit.

Romo Marten Jenarut selebran utama ( foto WG)

“ Ketika Yesus menyampaikan bahwa makan dagingku dan minum darahku  mau adalah jaminan hidup kekal mau menghantar kita pada peristiwa  paskah, Yesus yang mati dan bangkit. Peristiwa itu menjadi warna dasar dari perjamuan lanjutan yang lasim disebut perayaan Ekaristi “ lanjutnya.

Ada apa dibalik  perayaan Ekaristi itu ? perayaan Ekaristi bukan sekedar perayaan liturgi  gereja namun sebuah keajaiban rohani yang luar biasa sebab roti dan anggur dalam ekaristi  mengalami  transformasi atau perubahan bentuk sekaligus transubstantio, mau menjelaskan bahwa  roti dan anggur yang kita santap adalah dalam perayaan ekaristi merupakan  persatuan dengan Kristus.

“ Persatuan dengan Kristus adalah garansi untuk mengalami kemulian dan kebangkitan. Perayaan Ekaristi  adalah kesempatan untuk tinggal bersama Yesus dan mengalami kemuliaan Tuhan “ ajarnya.

Umat yang hadir dalam perayaan ekaristi ( foto WG )

Terkait dengan peringatan 40 hari meninggalnya bapak Ande Gandi  yang selama hidupnya hampir setiap  pagi  mengikuti perayaan Ekaristi  diyakininya bahwa beliau sudah mengalami  persatuan dan kesatuan dengan Tuhan di Surga.

Perayaan Ekaristi saat itu dihadiri oleh ratusan umat  para imam konselebran termasuk anak kandung almarhum Romo Willy Gandi, para suster dan keluarga besar dan lagu lagu pada perayaan itu dibawakan oleh paduan suara Cantate Domino.

Pemberkatan kubur ( foto WG)

Usai perayaan ekaristi dilanjutkan dengan pemberkatan kubur yang terletak pada bagian selatan pekarangan rumah almarhum bapak Ande Gandi,

Redaksi / WG