Uskup Ruteng Mgr. Sipri Hormat Pimpin Misa Arwah Untuk Bapak Andreas Gandi

Ruteng. parokicewonikit.com – Hidup dan kematian adalah suatu kepastian yang tak dapat dibantahkan. Namun kematian bukanlah titik akhir sebab “ Hidup hanyalah diubah, bukan dilenyapkan “. Kematian memang menakutkan bagi kita. Misteri dibalik kematian akan tetap mengganggu dan menghantui manusia, jika manusia tidak percaya akan kebangkitan.

Kepercayaan itu, tentu bukan tanpa dasar, sebab kita telah mempunyai modelnya yaitu Yesus sendiri. Iman akan Tuhan yang bangkit itulah yang memberi kita keyakinan dan sukacita ditengah hidup yang fana dan dalam bayang-bayang kematian.

Bukan itu saja, tanpa iman itu, semuanya akan menjadi sia sia. Ingat kata Santu Paulus “ andaikata Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah kepercayaan kamu (  I Kor.15:14 )

Demikian bagian  Kotbah YM Uskup Ruteng Mgr. Sipri Hormat pada Misa tutup doa dari alm bapak Andreas Gandi, tokoh umat St. Andreas wilayah VI Paroki St. Vitalis Cewonikit Ruteng, Selasa 21/3/2023 di rumah duka Tulung Ruteng.

Misa tutup doa, setelah 3 hari alm bapak Ande Gandi meninggal (foto WG)

Perayaan Ekaristi tutup doa itu dipersembahkan untuk Bapak Andreas Gandi, dia dikenal sebagai sebagai seorang pribadi yang rendah hati, beriman teguh dan selalu terlibat aktif dalam keluarga, KBG, Paroki dan terutama dalam tugas pelayanannya sebagai guru. Dalam hidupnya sungguh membaktikan hidupnya secara penuh sebagai bentuk tanggungjawab dari tugas perutusannya di tengah dunia.

Sebagai orang beriman dan percaya akan wafat dan kebangkitan Kristus kita percaya bahwa “ Bapak Andreas Gandi memperoleh sukacita hidup kekal di Surga. Ia pergi membawa keharuman, berbekalkan jasa dan kebaikan dan cinta yang telah dinyatakan dalam hidupnya di dunia ini “ Kata Uskup Ruteng itu.

Kotbah penuh simpatik dari YM Uskup Ruteng terinsprasi dari Kitab Pengkotbah yang menarasikan tentang hikmat hidup yang benar yang dapat menjadi pedoman hidup harian “ nama yang harum lebih baik daripada minyak yang mahal “ Yang Mulia Uskup selanjutnya bertutur;

“ Menjadi point reflektif bagi kita bahwa cinta kasih dan pemberian diri yang total dalam tugas dan tanggung-jawab adalah modal untuk menciptakan keharuman nama baik, nama yang harum itu merupakan kekayaan yang terpancar dari dalam diri dan bukan tergantung pada hal hal materi dari luar diri kita “ tuturnya.

Selain itu kotbah Uskup malam itu memberi dukungan pada keluarga yang ditinggalkan sebab dalam Misa ini, kita semua yang hadir menghantarnya dengan doa dan memohonkan Roh kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kepada mama Sebina, anak-anak, cucu-cucu dan keluarga besar. Pesan kusus untuk Rm Willy Gandi Uskup berpesan;

“ Tetaplah berkarya Romo Willy dalam tugas dan pelayanan bagi Gereja Katolik Keuskupan Ruteng “ pesan Uskup.

Bapa Andreas Gandi meninggal dalam usia 84 tahun pada hari Jumat 16/3/2023 di rumah sakit Siloam Labuan Bajo karena sakit dikuburkan di Ruteng Sabtu 18/3/2023 di pekuburan Keluarga di Tulung Ruteng. Almarhum meninggalkan istri mama Sebina Gandi, anak dan menantu; 1. Mikael Okto Gandi & Anatolia Benge, 2. Teresia Gandi & Jack Min, 3. Tomy Gandi & Irma Gampur, 4. Romo Willy Gandi, 5. Tatik Gandi & Vitus Supardi dan cucu 10 orang cece 2 orang.

Uskup Ruteng Mgr. Sipri Hormat. ( foto WG )

Usai perayaan Ekaristi kepada semua imam dan Uskup Sipri menyampaikan pesan penting untuk para imam dan orang tua;

“ Setelah seorang imam ditahbiskan, maka dia sudah diserahkan kepada Keuskupan dan sebagai Uskup, saya adalah orang tua mereka, untuk itu; 1) setiap peristiwa duka, saya akan ambil salah satu misa saya ambil. 2) ketika uskup sebagai orang tua, maka janganlah bebani para imam dengan berbagai persoalan ( neka doo keta naa mendo one bekek de romo ) biarkan dia bebas untuk melayani gereja sesuai perutusannya oleh gereja lokal. 3) Untuk keluarga kalau ada imam sakit, jangan dirawat dirumah keluarga, ada rumah keuskupan dan ketika itu terjadi maka katakan bahwa rumah kami (keluarga) bukan rumahmu, rumah kamu di Keuskupan “ tegasnya.

Redaksi/WG