Martina Djamung ( Mama Coang ) Usia 90 Tahun Pantas Dirayakan

Ruteng. parokicewonikit.com – Perayaan ulang tahun pada usia berapa pun bisa bermakna dan penuh kenangan, dan ulang tahun ke-90 merupakan peringatan penting yang pantas dirayakan! Detail perayaannya boleh berbeda-beda bagi setiap orang berumur 90 tahun yang ulang tahunnya hendak dirayakan. Namun, setiap perayaan akan membuat mereka merasa penting dan disayangi.

Demikian yang terjadi di Kelompok St. Yosef Wilayah VII Paroki Cewonikit Keuskupan Ruteng. Kamis 26 anuari 2023 wanita tertua di wilayah ini mama/oma/ popo Martina Djamung  merayakan ulang tahun yang ke 90 tahun.

Rm Lorens Coang putra sulung mama Martina Djamung ( foto WG )

Menurut pengakuan Romo Lorens Coang putra sulungnya ( 69 tahun )  menyampaikan bahwa sebelum merayakan ulang tahun ke 90 wanita renta yang terlahir dari pasangan baba Asing dan Lusia Jamung ( wanita kelahiran Dimpong Rahong Utara) ini engan merayakan takut merepotkan anak dan cucu serta cicitnya.

“ Perayaan ini sesungguhnya tidak pernah terjadi ketika bertanya pada mama, saya ingat ketika adik adik tanya mama ( Martina Djamung ) asa mama pesta ulang tahun dite yang ke 90 ?  mama bilang ae, asi pande repot, namun karena ini penting pada perayaan ulang tahun pada usia berapa pun bisa bermakna dan penuh kenangan, dan ulang tahun ke-90 merupakan peringatan penting yang pantas dirayakan, oleh karena itu kami semua sepakat bahwa perayaan ini dilaksanakan tanpa persetujuan mama “ jelas Romo Lorens pada awal sambutan mewakili keluarga besar.

Kisah tentang mama Martina Djamung yang dipersunting baba Asing  waktu itu dilanjutkan Romo Lorens Coang;

“ Eyang kami baba Ui Asing ketika mempersunting oma Lusia Djamung di Dimpong  membuat perjanjian jika anak pertama nanti lahir perempuan maka perkawinan tidak dilanjutkan, beruntung maka anak perama lahir seorang laki laki yaitu om kami baba Tete sehingga teruslah berlanjut. Saya merenung jika mama Martina lahir sebagai anak pertama waktu itu, entah apa yang terjadi, pasti beliau tetap menjadi wanita desa yang tinggal di kampong Dimpong Rahong Utara “ kenang Romo Lorens.

Perayaan ulang tahun ke 90 mama Martina Djamung  yang akrab disapa mama Coang ini berlangsung meriah, 15 orang imam menjadi selebran dengan selebran utama Romo Alfons Segar, Pr. Vikjen Keuskupan Ruteng.

Para Imam bersama mama Martina Djamung ( foto WG )

Dalam kotbahnya mengurai  Kitab Amsal 3:1-12  dia menuturkan;  Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku,  karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu, Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku,  karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,  maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia dengan itu tegasnya.

“ Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu. Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,  maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya “ katanya.

Dia melanjutkan; hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.

Tindakan  kesalehan,  artinya adalah ketundukan taat dan memelihara,  artinya mengikuti untuk dijalankan. Saat kita mempraktikkan dan merealisasikan firman Tuhan dalam hidup kita, Dia memberi kita panjang umur dan lanjut usia. Jika hidup ini pahit dan panjang, ini bukanlah yang diharapkan orang. Amsal memberitahukan kita bahwa Tuhan telah memberi kita umur panjang dengan sejahterah.

Mama Martina Djamung bersama anak, cucu dan cicit ( foto WG (

Tentang Mama Martina Djamung Vikjen Keuskupan Ruteng itu bersaksi ” Romo Lorens menceriterakan tentang mamanya bahwa ;

“ Saya mendengar dari Romo Lorens bahwa Mama Martina di tempat tidurnya pasti ada buku doa dan Rosario, saat sekarang dia tidak bisa membaca maka untaian doa rosariolah yang selalu didasarkannya, hidup doa adalah penting untuk umur panjang “ tutupnya.

Perayaan syukur itu dimeriahkan oleh koor Cantate Domino dan saat resepsi diisi dengan acara nyanyi nyanyi diantaranya Romo Ardi Obot membawakan lagu Ling Ling dalam dua bahasa yaitu bahasa Manggarai dan Indonesia.

Para imam bernyanyi ( foto WG )

Mama Matina Djamung lahir di Dimpong 26 Januari tahun 1933 , anak kedua dari pasangan suami istri bapa Yohanes Ui Asing (alm ) dan ibu Lusia Djamung (alm ) menikah dengan bapa Yohanes The Sie Luang di Ruteng pada tahun 1952. Dianugerahi 10 orang anak 5 perempuan dan 5 orang laki sedang sekarang mempunyai 32 orang cucu dan 29 cicit, pada 26 Januari 2023 genap berusia 90 tahun.

Redaksi/ WG