HASIL SIDANG PASTORAL POST NATAL KEUSKUPAN RUTENG, TAHUN PASTORAL EKONOMI BERKELANJUTAN: SEJAHTERA, ADIL,  EKOLOGIS ( SAE)

Oleh : Willy Grasias

Ruteng. parokicewonikit.com – Sidang Pastoral Keuskupan Ruteng ditutup dengan pencanangan secara resmi Tahun Pastoral Ekonomi Berkelanjutan 2023 dan Festival Golo Koe Labuan Bajo 2023. Pencanangan ditandai dengan  pemukulan gong dan penayangan video promosi festival Golo Koe di Aula Keuskupan Ruteng di Leda, Kamis 12 Januari 2023 malam.

Gereja Keuskupan Ruteng,  dipanggil untuk memenuhi kebutuhan umat secara holistik baik dalam aspek rohani maupun jasmani. Kesadaran mendalam akan panggilan dan perutusan Yesus dalam konteks kemiskinan, penderitaan, dan kebutuhan umat yang integral ini menjadi penggerak fokus refleksi dalam Sidang Pastoral Post-Natal Gereja Partikular (Lokal) Keuskupan Ruteng, yang berlangsung di Wae Lengkas, 9—12  Januari 2023.

Nanum sebelum acara penutupan yang dipadukan dengan Nataru bersama tingkat Keuskupan Ruteng yang berlangsung meriah di aulah Keuskupan Ruteng di Leda Ruteng parokicewonikit.com mendapat lembaran Hasil Sidang post Natal Keuskupan Ruteng yang ditanda tangani oleh YM Bapak Uskup Ruteng Mgr. Sipri Hormat.

Hasil2 sidang dan rekomendasi dibaca oleh tim pusat pastoral .( Foto Rm. Erick )

Dalam catatan pendahuluan pada dokumen setebal 7 (tuju) halaman itu  tertulis “ Kamu harus memberi mereka makan!” (Mrk. 6:37). Imperasi Yesus kepada para rasul ini berlaku juga untuk murid-murid-Nya, dalam persekutuan Gereja Keuskupan Ruteng.

Dalam spirit Episcopal Uskup Ruteng, “Omnia in Caritate”, 237 pelayan pastoral yang terdiri atas Uskup Ruteng, para anggota Kuria Keuskupan, para Pastor Paroki dan Pastor Rekan, para utusan Dewan Pastoral Paroki, para pimpinan lembaga serta tarekat yang berkarya di Keuskupan Ruteng, wakil pemerintah dari tiga kabupaten (Manggarai Raya), membahas tema pastoral tahun 2023: “Tahun Ekonomi Berkelanjutan: Sejahtera, Adil, dan Ekologis” SAE.

Tema ini merupakan tema tahun kedelapan dalam konteks “jalan bersama” Sinode III Keuskupan Ruteng dan masih berkaitan dengan apa yang menjadi fokus implementasi Sinode III tahun ketujuh yakni “Tahun Pastoral Pariwisata Holistik 2022” yang menekankan dimensi Berpartisipasi, Berbudaya, dan Berkelanjutan.

Selanjutnya  dokumen itu  menampilkan program yang disemangati dari spirit tentang Gereja Katolik juga memiliki kompetensi diakonia dalam bidang sosial ekonomi. Hal ini terwujud dalam diakonia karitatif yang memberi bantuan langsung kepada korban yang menderita dan miskin.

Selain itu, terungkap juga dalam diakonia transformatif yang memberdayakan dan memandirikan kelompok umat rentan agar mampu mengusahakan kesejahteraan hidup.

Berlandas pada konteks sosial masyarakat Nuca Lalé, mengacu pada pedoman etis, dan pendasaran biblis-teologis keterlibatan Gereja.

Untuk itu, dalam mewujudkan Tahun Pastoral Ekonomi berkelanjutan, gereja local keuskupan Ruteng berkomitmen untuk melaksanakan berbagai program edukasi dan penguatan spiritual (motivasi dan komitmen) tentang Ekonomi SAE: Sejahtera, Adil, dan Ekologis. Lebih dari itu, kami ingin melaksanakan aneka program pastoral ekonomi berkelanjutan. Secara langsung ditangani oleh paroki/lembaga dan secara tidak langsung ditangani oleh paroki melalui Promosi, Animasi, dan Fasilitasi (PAF).

Dalam bidang edukasi Ekonomi Berkelanjutan, yaitu melaksanakan program-program berikut: sosialisasi Surat Gembala Natal dan Paskah Uskup, khotbah pelayan pastoral, rekoleksi paroki/kelompok kategorial/lembaga, katekese umat, pengumuman/imbauan paroki, seminar/lokakarya/hari studi, dan lonto léok. Semua program ini bertemakan Ekonomi SAE: Sejahtera, Adil, dan Ekologis.

Dalam bidang penguatan spiritual (motivasi dan komitmen), akan mengadakan program-program berikut: misa launching Pastoral Ekonomi Berkelanjutan, khotbah, rekoleksi, retret, doa Tahun Pastoral Ekonomi Berkelanjutan, lagu Tahun Pastoral Ekonomi Berkelanjutan, serta Kebangunan Rohani Katolik (KRK).

Dalam bidang program ekonomi yang langsung dikelola oleh paroki, akan  mengembangkan pertanian berkelanjutan/organik (pengembangan hortikultura organik paroki,  pelatihan pertanian organik untuk kesuburan tanah/tanaman dengan eco enzym/pupuk jadam; pengembangan sorgum organik).

Selain itu, kami ingin mengembangkan perkebunan berkelanjutan (pengembangan tanaman perdagangan di kebun paroki/keuskupan, seperti: jagung, kopi, cengkeh, kedelai, mete, kemiri, kelor,  dll; pengembangan kebun buah-buahan di lahan paroki/keuskupan, seperti: buah naga, pisang, durian, pepaya, advokat, nanas, dll.; pelatihan petani kopi, dan pelatihan petani cengkeh, dll.). Kami juga ingin mengembangkan peternakan (ayam, babi, kambing, sapi, kerbau, dll.) dan perikanan terintegrasi paroki (ikan air tawar, seperti: lele, nila, karpel, dll.) serta mendukung para nelayan dalam dunia baharinya.

Selanjutnya, untuk membantu umat memasarkan produk-produk ekonomi mereka, akan mengadakan kegiatan kuliner/kafe paroki, bazar paroki, dan berpartisipasi dalam festival.

Selain itu, dalam upaya penguatan modal ekonomi umat di paroki, melalui pembentuk dan mengembangkan koperasi jalur paroki, arisan keluarga/KBG, pendidikan koperasi umat, dan memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sedangkan untuk penguatan ekonomi finansial paroki,  secara khusus ingin melakukan edukasi, pembaruan sistem dan pola penggunaan dana kolekte, IGM (Gesshar), gerakan APP, serta dana Aksi Natal dan Paskah.

Untuk mengembangkan pariwisata rohani yang terintegrasi dengan dimensi ekonomis, maka terus menghidupkan festival religi kultural ekonomis, prosesi religi kultural ekonomis, festival Natal Religi Kultural Ekonomis (paroki se-kota Ruteng) di paroki/lembaga/komunitas.

Pada dokumen itu juga terus tetap  memberi perhatian khusus pada orang-orang kecil, miskin, lemah, dan tak berdaya dalam Tahun Ekonomi Berkelanjutan. Karena itu, kami ingin mengadakan pendampingan khusus bagi keluarga migran, keluarga yang berada di wilayah lingkar tambang, orang difabel, ODGJ, dan bayi stunting.

Dalam bidang pendampingan kelompok dan kegiatan sosial ekonomi umat, akan terus melanjutkan program PAF.

Promosi Animasi dan Fasilitasi PAF UMKM di paroki mencakup: UMKM tradisional (gula merah, tuak, dll.), UMKM kuliner (saung ndusuk, keripik, sorgum, dll.), UMKM tenun dan anyaman (kain, selendang, topi, dll.), UMKM cindera mata (gantungan kunci, rosario, dll.). Selain itu, paroki akan memfasilitasi pelatihan ekonomi kreatif untuk orang muda di BLK Gereja/Pemerintah.

PAF kelompok ekonomi budaya di paroki, seperti: seni musik (gong, gendang), seni vokal (danding, sanda, mbata), seni tari (saé, caci), peralatan budaya (gong, gendang, bali belo), cagar/situs budaya (Liang Bua, rumah adat, dan compang), narasi tentang historisitas tempat, peristiwa dan ritus, perawatan dan pengembangan ritus adat: siklus kehidupan (céar cumpé, wagal kawing, téing tinu, kélas), ritus kebun (dara wini, hang woja, penti), dan ritus rumah adat (roko molas poco, congko lokap). Semua ritus ini bermakna rekonsiliatif, ekonomis, dan ekologis.

PAF ekonomi pariwisata alam (ecotourism) meliputi: wisata pegunungan/lembah, wisata danau/sungai/air terjun, wisata padang, dan wisata bahari. Selain itu, kami ingin berpartisipasi dalam perawatan dan pengembangan flora  khas Manggarai-Flores (lontar, enau, pohon kesambi, bidara laut, dll.) serta fauna khas Manggarai-Flores (burung ngkiong, kelelawar, babi kampung Manggarai, babi landak, dll.).

Selain berbentuk program, akan melakukan berbagai gerakan nilai dan habitus kewirausahaan dalam mewujudkan ekonomi berkelanjutan. Karenanya untuk mewujudkan gerakan “pohon sakramen” bernilai ekonomis (buah-buahan atau tanaman perdagangan), gerakan hidup ugahari (pesta sederhana dan hidup hemat), gerakan hari konsumsi pangan lokal (Senin), gerakan tolak judi (judi online, sabung ayam, kartu, dll.), gerakan opus manuale di sekolah/asrama/komunitas/biara.

Selain itu, menggalakkan gerakan sesuai konteks paroki, seperti: gerakan lumbung pangan paroki dan KBG, lomba kebun horti paroki, lomba KBG terang Natal, lomba kuliner, lomba souvenir dengan menggunakan bahan bekas, dan kolekte sampah.

Dalam mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan, kami ingin melanjutkan  event Pariwisata Holistik Keuskupan, yakni Festival Golo Koe, Labuan Bajo (10—15  Agustus 2023), Festival Golo Curu, Ruteng (5—7 Oktober 2023), dan Perayaan Hari Pariwisata Internasional 2023 (Manggarai Timur).

Gereja lokal Keuskupan Ruteng juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan stake holder ekonomi dan mendampingi mereka dalam bentuk edukasi, penguatan spiritual dengan tema ekonomi dalam perspektif Ajaran Sosial Gereja (ASG), dan  aneka kegiatan pelatihan pengembangan potensi para pelaku ekonomi lokal (kuliner, kerajinan, dan pemasaran).

Pengembangan sosial ekonomi yang efisien dan efektif terjadi atas dasar basis data yang obyektif. Karena itu  terus melanjutkan pastoral data dan terlibat dalam sistem Basis Integrasi Data Umat Keuskupan (BIDUK).

Dalam dunia Lembaga Pendidikan Katolik, akan mengupayakan Pendidikan yang melayani martabat manusia, mendorong kebebasan, dan kreatifitas peserta didik serta berwawasan lingkungan. Hal ini selaras dengan gerakan nasional Pendidikan Merdeka yang sedang berjalan sekarang ini.

Untuk mewujudkan program-program pastoral ekonomi berkelanjutan dimaksud membutuhkan keterlibatan dan kerjasama dengan para pihak. Karena itu, kerjasama yang kreatif dan konstruktif dengan pemerintah, para pelaku ekonomi lokal, lembaga pendidikan, media, dan berbagai komunitas adat dan lintas agama demi mewujudkan Ekonomi Berkelanjutan yang Sejahtera, Adil, dan Ekologis.

Pada bagian penutup dokumen setelbal 7 (tuju) halaman itu dengan penuh sukacita dan pengharapan terus bergandengan tangan dan berjalan bersama dalam melaksanakan program pastoral Ekonomi Berkelanjutan. Hal ini didukung oleh kekayaan alam bumi Congka Saé, kekuatan sumber daya manusia umat Allah Keuskupan Ruteng dan modal sosial (potensi kultural dan sosial).

Pengembangkan pastoral ekonomi SAE di Keuskupan Ruteng selanjutnya diserahkan  ke dalam rahmat kekuatan Kristus dan perlindungan kasih Bunda Maria, Ratu Surga dan bumi (Assumpta Nusantara).  Allah Bapa, Sang Pencipta yang telah menciptakan semesta alam dengan baik dan indah akan mencurahkan rahmat-Nya ke Tana Nuca Lalé, sehingga: “Keadilan Bermekaran dan Kemakmuran Berlimpah” (Mzm. 72:7).

Penulis : Katekis paroki Cewonikit/wartawan tinggal di Ruteng,