Ibu Ossy Gandut Iklas Menerima Kematian Putranya Antonius Bryan Putra Hartono

Ruteng. parokicewonikit.com – Antonius Bryan Putra Hartono putra bungsu  dari bapak  Dan Hartono dan ibu Ossy Gandut warga KBG St. Sisilia Dongan 2 Paroki Cewonikit Keuskupan Ruteng  meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal 26/12/2022 di Ruteng.

Banyak orang berdiskusi tentang peristiwa nahas itu, seandainya malam itu anak itu tidak keluar rumah pasti tidak terjadi peristiwa itu, yah…. ini cara manusia dalam menyoroti setiap peristiwa dalam hidup ini.

Atas diskusi dan cara pikir  ini Romo Ardi Obot pastor Paroki St.Vitalis Cewonikit dalam kotbah pada misa tutup doa untuk keselamatab jiwa almarhum Senin 2/1/2023  menjelaskan;

Rm. Ardi Obot sedang berkotbah ( foto Ino jemali )

“ Dalam hidup ini kita pasti kita mengalami masa masa sulit, seperti yang dialami keluarga bapak Dan Hartono dan Ibu Ossy Gandut.  Saat mengalami malapetaka, kita mudah tergoda untuk beranggapan bahwa Tuhan tidak mengasihi kita atau bahwa kasih Tuhan terhadap orang yang tidak mengenal Allah lebih besar daripada terhadap kita yang percaya kepada-Nya “ jelasnya.

Lebih lanjut Pastor Paroki Cewonikit itu dalam meneguhkan keluarga berduka menyampaikan dan umat yang hadir, tentang situasi  ini dirasakan oleh umat Allah pada masa Perjanjian Lama, khususnya saat mereka ditaklukkan oleh bangsa-bangsa asing. Akan tetapi, kita harus menyadari bahwa cara pandang Allah berbeda dengan cara pandang kita.

” Kita hanya melihat dalam jangka pendek, tetapi Allah melihat dalam jangka panjang. Dalam keadaan semacam itu, janganlah Anda menyalahkan Tuhan! Yakinilah bahwa Tuhan senantiasa mengasihi umat-Nya!, Tuhan pasti menyediakan jalan keluar. Bisakah Anda memakai cara pandang Allah dan bersyukur saat menghadapi penderitaan “ lanjutnya

Menanggapi kotbah Romo Ardi, Ibu Ossy Gandut dalam doa umat menyatakan keiklasannya sambil berharap bahwa anak Antonius Bryan Putra Hartono yang sering disapa Yaya itu, masuk dalam kebahagian Surga dan senantiasa menjadi pendoa seperti Matahari pagi yang menerangi kehidupan keluarga ini.

“ Anak Yaya, kami memang tidak sanggup menerima peristiwa ini, namun kami percaya bahwa hidup ini milik Tuhan, jadikan hidup kami orang tua dan kakakmu seperti Matahari pagi yang terbit mengantikan malam gelap “ katanya dengan penuh yakin.

Misa tutup doa ( foto Inno Jemali )

Misa penutupan doa dalam rangkaian doa doa selama beberapa malam berturut turut malam itu, dihadiri banyak umat dari berbagai unsur seperti tokoh pemerintah, tokoh umat, warga KBG yang  dipimpin oleh Romo Ardi Obot sebagai selebran utama dan didampingi oleh Sembilan orang imam diantaranya ada Romo Jossy Erot, Pater Cristian Cangkung saudara sepupuh dari Ibu Ossy serta Romo Risal Baeng adalah saudara sepupuh almarhum Yaya.

Redaksi / WG