Hujan Tantangan Iman di Hari Natal

Ruteng. parokicewonikit.com – Cahaya warna-warni lampu Natal menghiasi seluruh jalan di Kota Ruteng. Variasi lampion dan bentuk hiasan lampu Natal seakan menjadi lomba antar lorong, kompleks, dan kampung demi menyemarakkan sukacita Natal.  Segala persiapan menyambut Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 menyibukkan banyak orang, sebab untuk momen tahunan semacam ini harus ada yang berbeda dan terlihat baru.

Umat di kemah pelataran Gereja Cewonikit ( foto WG )

Di Paroki St. Vitalis Cewonikit, persiapan menyambut Perayaan Natal telah dilakukan. Wajah baru rumah Tuhan telah di make up secantik mungkin lewat renovasi dan pengecatan bagian luar maupun dalam gedung gereja.U

Keindahannya kian terpancar lewat dekorasi masa Natal yang memanjakan raga dan batin untuk selalu berada dalam rumah Tuhan tersebut. Totalitas kerja Pastor Paroki, anggota DPP, OMK, para suster, tukang-tukang bangunan, dan sejumlah pihak tampak jelas terlihat dari gedung gereja yang siap menampung ribuan umat untuk merayakan Ekaristi di Hari Natal.

OMK sedang merekam gambar perayaan ( foto WG )

Namun, siapa sangka…. Hujan mengguyur Kota Ruteng dan sejumlah wilayah di Indonesia sejak tanggal 23 Desember hingga di Hari Raya Natal. Bahkan tiupan angin kencang pun mengawetkan hujan yang turun tiada hentinya. Lalu, bagaimana dengan segala persiapan yang sudah dilakukan? Masihkah Perayaan Natal dirayakan? Adakah cuaca hujan berangin menghalangi iman dan niat umat untuk merayakan sukacita Natal?

Umat memadati Gereja Cewonikit ( foto WG )

24 Desember 2022;

Waktu mulai beranjak ke sore hari, artinya umat Paroki St. Vitalis Cewonikit harus sudah bersiap-siap untuk mengikuti Misa Pertama Malam Natal. Sebab telah diumumkan bahwa Perayaan Ekaristi Malam Natal berlangsung pada pukul 17.00 WITA dan pukul 19.30 WITA. Namun, hujan masih turun dengan derasnya apalagi disertai angin yang cukup kencang.

Walaupun demikian, umat yang mengikuti Misa mulai berdatangan dan memasuki pelataran Gereja. Rumah Tuhan pun mulai dipenuhi umat dari pelbagai wilayah di Paroki Cewonikit. Luar biasa, beberapa menit sebelum perayaan Ekaristi berlangsung, gereja sudah dipadati oleh umat yang menempati semua bangku. Rupanya hujan berangin tidak dapat memadamkan kobaran api semangat dan iman umat untuk merayakan Misa Malam Natal.

Melihat kenyataan ini, RD. Ardi Obot dalam kotbahnya meneguhkan suasana hati umat dengan menegaskan bahwa cuaca hujan berangin ini bukanlah musuh yang menghalangi iman dan niat umat, melainkan tantangan yang membakar perjuangan umat untuk bisa mengambil bagian dalam Perayaan Ekaristi Malam Kelahiran Tuhan. Bahkan kenyataan ini dapat dipelesetkan dari Tema Natal 2022 “Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain” menjadi “ Datanglah umat ke Gereja melalui cara yang lain”. Cara lain yang dimaksud yakni dengan mengenakan mantel atau jas hujan dan payung.”

Koor pada Misa Natal 25 Desember 2022 Wilayah VI ( foto WG )

25 Desember 2022;

Hujan berangin sepanjang malam menyisakan  dingin dan hujan rintik-rintik di pagi ini. Walaupun demikian cuacanya, namun tidak menghilangkan gairah umat untuk merayakan Ekaristi Hari Raya Natal. Bahkan di hari ini, umat di Gereja Paroki Cewonikit kian membeludak.

Tenda yang sudah disiapkan pada sisi depan dan samping Gereja terisi penuh oleh umat yang hadir. Tentunya hal ini memberikan kepuasaan dan sukacita bagi semua pihak yang sudah menyiapkan segala sesuatu bagi umat yang hadir dalam Misa Natal. Sekiranya kerinduan umat dalam menantikan kelahiran Sang Juru Selamat terjawab dalam penghayatan akan Misa Natal ini.

Perayaan Natal sudah selesai, semuanya berjalan baik. Hujan dan angin yang sempat merisaukan umat adalah cara alam menantang iman dan niat umat untuk berjuang merayakan Hari Lahir Sang Juru Selamat. Perayaan Liturgi pun berjalan lancar sebab semuanya berlangsung baik sesuai rencana dan persiapan.

RD. Ardi Obot, selaku Pastor Paroki, memimpin semua Perayaan Ekaristi dengan penuh semangat dan hikmat. Lantunan paduan suara dari beberapa wilayah memeriahkan Liturgi Natal sehingga menjadi kian semarak. Para ajuda, lektor, pemazmur, dan petugas lainnya menjalankan  tugas mereka dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, keseluruhan Perayaan Natal juga berlangsung aman dan kondusif karena dilengkapi dengan petugas keamanan, baik dari tingkat paroki maupun aparat kepolisian dan tentara.

Penulis : Fr. Hedwig/ Editor WG.