“Yang Tebaik Untukmu “ Senandung Cinta Untuk Alm. Edy Jemalut

Ruteng. parokicewonikit.com – Misa tutup doa untuk almarhun Wilfridus M. Jemalut yang meninggal 13 Desember 2022 di Kelompok Basis Gerejani (KBG ) St. Yosef Paroki Cewonikit, Keuskupan Ruteng Senin 19/12/2022 diwarnai isak tangis dalam nuansa duka yang mendalam, ketika ketiga putra/putri almarhum Bernard, Aurel, Icha yang dibantu sepupu mereka melantunkan lagu “ yang terbaik untukmu”

Lagu ini dilantunkan dalam post komunio misa itu yang membuat air mata ratusan  umat yang hadir,  tak terbendung lantaran sedih bercampur haru karena kepergian almarhum Edy Jemalut dalam usianya yang masih terlalu muda dan meninggalkan seorang istri dan ketiga anaknya yang masih remaja.

Istri alm Edy Jemalut ( tengah) anak anak dan keluarga ( foto Ino Jemali )

Lirik  lagu Ada Band itu selengkapnya berikut ini.

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja.Indahnya saat itu buatku melambung. Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu.Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu. Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu.

Patuhi perintahmu jauhkan godaanYang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasaJangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak.

Reff:

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknyaKu terus berjanji tak kan khianati pintanya. Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu Kan ku buktikan ku mampu penuhi semua maumu.

Andaikan detik itu kan bergulir kembaliKu rindukan suasana basuh jiwaku. Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu. Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati.

Lirik lagu ini dipilih oleh putra/putri almahum sebagai satu janji dan harapan mereka untuk merajut masa depan sesuai cita cita saang ayah yang telah tiada, mereka tentu menyadari bahwa ketiga ditinggalkan saat mereka masih membutuhkan dampingan seorang  ayah dalam hidup ini.

RD Ardi Obot Pr, berkobah ( foto Ino Jemali )

Misa tutup doa malam itu dipimpin Pastor Paroki Cewonikit RD Ardi Obot sebagai selebran utama yang didampingi oleh lima orang imam sebagai selebran. Dalam kotbahnya menekankan Tuhan yang mengenal kita secara pribadi.

“ Saudara/ri lihatlah betapa Bapa mengasihi kita dan kita dinamakan anak anak Allah, memang kita di dunia ini tidak terkenal tetapi Tuhan mengenal kita secara pribadi. Jangan memaksakan diri terkenal di dunia ini sebab Tuhan mengenal kita secara pribadi “ katanya.

Tentang Edy Malut lanjutnya, “ Dia  ( Edi Malut Red ) adalah orang sederhana yang berkenan dihadapan Tuhan, janganlah bergaya dan lenting lenting di dunia ini. Sebab dunia ini tidak mengenal kita, tetapi Tuhan mengenal seperti pribadi. Demikian Edy  dalam kesederhanaannya dia telah masuk ambil bagian dalam kebahagian abadi di Surga. Dia juga dalam situasi hidupnya dia membuka diri, melayani Tuhan, melayani sesama, melayani keluarga gereja kecilnya bersama istrinya Irma walau dalam usia yang sangat singkat dia telah mencapai kesempurnaan dalam Tuhan” lanjutnya.

Misa tutup doa malam itu dihadiri ratusan umat  baik dari kalangan pemerintahan, warga kelompok dan keluarga besar almarhum dan diiring paduan suara Rejois dengan dirigen Ibu Essy Luhur Jemadu dan Yovita Jujuar.

Redaksi / WG

,