SEKAMI Paroki Cewonikit  Dibimbing Para Suster Lambung Kudus

Ruteng. parokicewonikit.com – SEKAMI merupakan salah satu sarana yang disediakan oleh Gereja dengan tujuan utama adalah pembinaan iman anak-anak dan remaja. Sarana yang disediakan ini diharapkan mampu membina dan mendidik anak-anak dan remaja untuk dapat bertumbuh dan berkembang dalam iman.

Untuk itu, para suster dari Tarekat Lambung Kudus yang beralamat di Ngawe Ruteng setia mendampingi anak dan remaja Paroki St. Vitalis Cewonikit di aula Paroki, usai misa kedua Minggu, 6/11/2022.

Suster Viskah Lestari bersama ketiga rekannya berbaur dengan dengan puluhan anak dan remaja larut dalam aktifitas ala anak SEKAMI.

“ Kami mendampingi anak anak SEKAMI yang dibimbing oleh para pembimbing yang senior diantara mereka. Anak anak SEKAMI yang hadir hari ini berjumlah 44 anak. Kami para pembimbing dari biara Lambung Kudus Ngawe Ruteng bergantian mendamping anak anak dan remaja Paroki secara bergantian “ kata suster Viskah asal Toraja Sulawesi Selatan itu.

Suster Novis Viskah Lestari (Foto WG )

Sekilas sejarah SEKAMI yang dikumpulkan parokicewonikit,com, dari berbagai sumber untuk menjadi pengetahuan para orang tua dari anak anak SEKAMI dengan tujuan agar orang tua selalu mendorong putra purinya untuk ikut kegiatan ini, sehingga kelak pengalaman yang baik akan menghasilkan orang baik.

Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner atau yang lebih dikenal dengan SEKAMI adalah gerakan Internasional anak-anak yang tertua di seluruh dunia. Serikat ini didirikan oleh YM Mgr. Charles de Forbin Janson ( ), Uskup Nancy, Perancis pada tanggal 19 Mei 1843 dalam sebuah Sidang Keuskupan dengan nama Serikat Kanak- Kanak Suci (The Sosiety of The Holy Childhood). Serikat ini didirikan atas dasar rasa empati dan prihatinnya terhadap keadaan anak-anak di seluruh dunia, teristimewa di Cina yang pada waktu itu memiliki banyak sekali anak yang menderita rohani dan jasmaninya.

Penderitaan yang dialami anak-anak ini dipengaruhi oleh keadaan politik dan sosial ekonomi yang sangat bergejolak pada masa itu yang menyebabkan banyak sekali anak yang menderita kelaparan, dipaksa untuk melakukan pekerjaan yang berat, tidak mendapatkan pendidikan yang layak untuk anak seusia mereka, hidup di jalanan, mengemis, selalu berbuat kejahatan dan banyak sekali anak yang meninggal dunia tanpa mengenal Tuhan. Hal ini sangat membuat beliau terharu dan kemudian berdoa serta meminta petunjuk dari Tuhan untuk mencari jalan keluar bagaimana caranya agar anak-anak ini dapat diselamatkan dari kekejaman dunia yang terus-menerus bergejolak ini.

Kegiatan SEKAMI di aula Paroki Cewonikit ( foto WG )

Setelah melakukan semuanya ini didalam doa YM Mgr. Charles de Forbin Janson yang begitu damai, beliau disadarkan oleh Tuhan bahwa anak-anak bukanlah sebagai obyek kabar gembira melainkan anak-anak adalah subyek kabar gembira. Ini berarti bahwa anak-anak  mampu menjadi rasul-rasul kecil, sahabat-sahabat Yesus, pembawa damai Yesus bagi orang-orang di sekitarnya, sangat tulus dalam menolong teman-temannya yang jauh lebih menderita dan mampu melakukan semuanya ini tanpa pamrih sebagai cerminan dari motto Sekami anak menolong anak (children helping children) dengan semangat dasar : Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian (2D2K).

Dengan begitu, anak-anak dapat membantu teman temannya lewat doa dan derma yang diberikan serta dapat menjadi sahabat bagi teman temannya yang membutuhkan pertolongan. Serikat ini awalnya bersifat lokal, tetapi kemudian mendapatkan status Kepausan pada tanggal 3 Mei 1922 dari Paus Pius XI dengan nama Serikat Kepausan Anak-Anak Misioner (The Pontifial Sosiety of The Holy Childhood) dan berkedudukan di Roma dibawah perlindungan langsung oleh Sri Paus sendiri.

Tujuan dari serikat ini adalah untuk membangun hubungan pribadi penuh persahabatan antara anak-anak dengan Yesus dan dengan sesama sahabat lainnya, membangun kesadaran misioner dalam hati dan budi anak dan remaja, membangun persekutuan misioner yang teguh dikalangan anak dan remaja, membangun kerjasama misioner sejak dini dikalangan anak dan remaja, membangun kepedulian misioner anak lewat doa dan derma yang dikhususkan untuk membantu anak anak yang jauh lebih menderita dan membutuhkan serta mempersiapkan kader-kader misioner dari kalangan anak yaitu untuk persiapan masa depan mereka dan gereja.

Di Indonesia, serikat ini pada mulanya bernama SEKAR (Serikat Kepausan Anak dan Remaja), tetapi sejak diselenggarakannya Lokakarya Nasional Karya Kepausan Indonesia (KKI) di Denpasar pada tahun 1996 yang dihadiri oleh wakil-wakil dari seluruh Keuskupan di Indonesia bersama pimpinan Karya Kepausan Indonesia bersepakat untuk merubah namanya menjadi SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner).
Redaksi/WG