Ratusan Umat Kusuk Berdoa Pada Misa Pembukaan Doa Rosario di Gua Maria Paroki Cewonikit.

Ruteng.parokicewonikit.com –  Penghormatan khusus kepada Maria oleh Gereja dilaksanakan selama dua kali dalam setahun. Pada bulan Mei, kita menghormati Maria sebagai Bunda Allah sehingga disebut bulan Maria.

Sedangkan bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan rosario untuk mengenang kekuatan berdoa kepada Allah melalui Maria dengan sarana rosario di tangan.

Bagi umat Katolik, Doa Rosario merupakan salah satu doa penting yang didaraskan untuk merenungkan kelahiran Yesus dan juga keselamatan yang Ia berikan kepada seluruh umat yang percaya.

Selaras dengan itu, umat Paroki Santo Vitalis Cewonikit Keuskupan Ruteng  menyelenggarakan perayaan ekaristi pembukaan bulan Rosario, di Gua Maria Bunda Hati Kudus yang sering disebut BHC ( Bunda Hati Kudus Cewonikit) dipimpin oleh romo Ardi Obot.Pr, pada Sabtu sore (01/10/2022).

Ratusan umat, hadir memenuhi pelataran Gereja itu, dalam temaran lampu malam, kusuk berdoa untuk menghormati Bunda Maria yang ditempatkan pada Gua yang baru dibangun dan diresmikan uskup Ruteng Mgr. Sipri Hormat, beberapa waktu lalu.

Romo Ardi Obot memimpin Misa ( foto WG )

Dalam kotbahnya Romo Ardi tak henti hentinya mengajak umat paroki Cewonikit untuk selalu dekatkan diri pada Tuhan melalui Bunda Maria agar hidup kita selalu diberkati.

” Umat beriman, betapa indahnya kita merayakan Misa di alam terbuka ini, karena kuatnya persatuan antara kita dengan Bunda Maria yang kita sudah tahtakan di tempat ini. Bunda Maria selalu menyapa kita pada pelataran Gereja ini ketika kita hendak memuji dan memuliakan Tuhan dalam perayaan Liturga yang dirayakan dalam Gereja Paroki kita ” katanya

Selanjutnya kata Romo Ardi. tempat ini, adalah tempat ziarah yang bagus baik untuk umat Paroki maupun untuk peziarah dari tempat lain. Dengan demikian suasana malam ini patut dijadikan barometer agar saat penutupan doa pada bulan oktober ini direncanakan dengan baik.

” Misa pembukaan malam ini, adalah barometer bagi kita, sungguh tempat ini layak dijadikan tempat doa untuk kita dan para pesiarah dari tempat lain. Untuk itu pada penutupan doa pada 31 oktober 2022 diharapkan yang memimpin Misa kita undang YM. Uskup Ruteng ” harapnya.

Paduan suara Rejois ( foto WG )

Misa pembukaan doa rosario kali ini dimeriahkan paduan suara Rejois. Dengan apik mereka membawakan lagu lagu untuk menghantar umat yang hadir dalam persatuan dan kesatuan dengan Tuhan bersama Bunda Maria

Sekedar mengingat kembali tentang doa Rosario, berikut ini penjelasan mengenai Doa Rosario, mulai dari sejarah, alat yang digunakan, rangkaian doanya secara keseluruhan, hingga kapan doa ini didaraskan.

Sejarah, Makna, Alat, dan Rangkaian Doa Rosario. Sejarah Doa Rosario

Menurut Wikipedia, asal usul Doa Rosario tidak jelas diketahui hingga saat ini karena terbentuknya setahap semi setahap. Di zaman gereja awal, butir-butir doa ini digunakan sebagai alat bantu doa, dan di abad pertengahan digunakan untuk menghitung doa Bapa Kami dan Salam Maria di biara-biara.

Berdasarkan legenda, santo yang pertama kali menyebarkan doa rosario ini adalah St. Dominic (1221). Pada pelayanannya, ia berkhotbah tentang rosario di antara para Albigensian, yaitu orang-orang yang tidak percaya misteri kehidupan Kristus yang adalah Allah dan juga manusia. Inilah yang kemudian menjadi tujuan dari Doa Rosario, yakni renungan misteri keselamatan Kristus.

Mengenai susunan Doa Rosario ini tidak dicatat dalam riwayat hidup St. Dominic. Konstitusi Dominikan juga tidak menyebutkan dirinya sebagai pencipta Doa Rosario. Ia hanya diketahui berperan besar dalam memperkenalkan doa ini kepada umat Katolik. Doa Rosario mulai popular antara tahun 1600-1700an.

Redaksi/ WG

Editor : Emiliano Surendra Nagawatu

, ,