Menutup Tahun Pariwisata Holistik Program Besar Paroki Cewonikit Mengecat Gedung Gereja

Ruteng. Parokicewonikit.com – Pariwisata Holistik dicanangkan Keuskupan Ruteng  dalam moto: Berpartisipasi, Berbudaya, dan Berkelanjutan.Ini berarti masyarakat lokal tidak hanya menjadi penerima keuntungan pariwisata, tetapi juga terlibat aktif dalam mendesain, melaksanakan, dan mengendalikannya .Dengan itu terwujudlah keluhuran martabatnya.

Berbudaya,  berarti menghargai dan merawat kearifan dan tradisi lokal secara inklusif, dialogal dengan budaya lain, serta lentur dalam budaya mondial. Sementara berkelanjutan berarti ramah lingkungan menuju integritas ciptaan, sebab bumi adalah rumah kita bersama.

Terkait dengan itu, Paroki St. Vitalis Cewonikit sebagai bagian dari Keuskupaan Ruteng yang juga berpartisipasi dalam tahun pariwisata holistik tahun 2022, mempunyai program besar yaitu pengecatan ulang gedung Gereja Cewonikit, dengan mendatangkan tukang cat dari Kudus Jawa Tengah.

Itulah yang disampaikan Romo Ardi Obot, Pastor Paroki Cewonikit di Kelompok St. Greorius Lempe VI, wilayah IV, Rabu 7/9/2022 dalam kunjungan untuk menggerakan umat dalam sebuah Gerakan “ Membangun Bersama Tuhan yang dimeteraikan dalam Misa Kelompok.

Seperti sebelumnya, banyak pemikiran cerdas yang disampaikan oleh gembala umat Paroki Cewonikit itu terkait rencana besar DPP Paroki Cewonikit untuk mempercantik gedung Gereja itu, yang sekarang sudah agak kusam seiring perjalanan waktu. Pada misa ini dia focus berbicara tentang Pariwisata holistic dan korelasinya dengan pengecatan ulang gedung Gereja Cewonikit.

“ Bapak/Ibu dalam rangka menutup tahun Pariwisata Holistik yang dicanangkan Keuskupan Ruteng, maka Paroki kita menutupnya dengan program mengecat ulang gedung Gereja Cewonikit. Kalau nona-nona dan ibu-ibu sering menganti kosmetik dari berbagai merek untuk mempercantik diri agar semua mata terpesona, demikian juga umat di Paroki ini mempercatik gedung Gereja agar semua mata terpesona melihatnya “ ajaknya yang disambut dengan taw aria oleh umatnya.

Misa Kelompok di KBG St. Gregorius Lempe VI ( Foto WG )

Kata dia, pengecatan gedung Gereja adalah bagian dari cara Paroki Cewonikit mengelola pastoral pariwisata holistik dengan tujuh prinsip ramah berikut: ramah martabat manusia, ramah sesama, ramah budaya, ramah lingkungan, ramah nilai etis-religius, ramah keadilan dan kejujuran, dan ramah Iptek yang manusiawi.

Seruan dan ajakan  Pastor Paroki Cewonikit disambut antusias oleh umat kelompok St. Gregorius Lempe VI dengan jumlah 28 KK yang dipimpin Agustinus Hopong. Kepada Pastor Paroki Cewonikit pa Ketua Kelompok itu, menyampaikan;

“ Terima kasih Romo, yang telah membawa berkat untuk kami di KBG st. Gregorius Lempe VI ini, kami diteguhkan, kami dikuatkan, kami diajak berpartisipasi aktif membangun gereja yang adalah diri kami sendiri yang bisa dilihat dengan mengecat ulang gedung Gereja kita “ katanya.

Misa kelompok malam itu dihadiri semua warga kelompok dari keluarga yang tertua seperti keluarga bapak Aleks Sariyono, keluarga bapak Felik Pano, keluarga bapak Tadeus Juit, para keluarga muda, omk kelompok dan anak-anak.

Redaksi