Bersyukur Dapat Mengatasi Kesedihan

Ruteng. Parokicewonikit.com – Setiap orang memiliki situasi yang berbeda, dan detail pada  kehidupan  unik ini. Walaupun demikian, orang beriman  telah belajar bahwa ada sesuatu yang akan membebaskan kita dari kesedihan. Ada satu hal yang dapat kita lakukan untuk membuat kehidupan menjadi lebih menyenangkan, lebih menggembirakan, bahkan mulia yaitu bersyukur

Demikian kata kata peneguhan / penghiburan yang disampaikan RD Ardi Obot, Pr. Pastor Paroki Cewonikit Ruteng ketika memimpin ibadah pemakaman nyonya  almh. Yustina Tiut istri dari bapak Lodovikus Bagus warga Sta Elisabet Wilayah VII Paroki Cewonikit Keuskupan Ruteng NTT, Minggu, 3/7/2022 di rumah kediaman almarhumah.

Rm Ardi Obot saat memimpin misa pemakaman nyonya Yustina Tiut ( foto WG )

“ Mungkin terdengar bertentangan dengan kebijaksanaan dunia untuk menyarankan bahwa orang yang dibebani dengan kesedihan karena kehilangan orang yang dikasihi  dengan  mengucap syukur kepada Allah. Akan tetapi mereka yang mengesampingkan perasaan getir mereka dan alih-alih memilih untuk merasa bersyukur dapat mengalami penyembuhan, kedamaian, dan pemahaman “ ajak pastor Ardi lebih lanjut.

Sesuai firman Tuhan, sebagai murid Kristus, kita diperintahkan untuk berterima kasih kepada Tuhan Allah [kita] dalam segala sesuatu,  untuk bernyanyi bagi Tuhan dengan nyanyian syukur,  dan untuk membiarkan hati  penuh dengan ungkapan terima kasih kepada Allah.

Mengapa Allah memerintahkan kita untuk bersyukur walau dalam keadaan sangat menyedihkan ini ? Romo Ardi sang gembala itu menjelaskan;

“ Semua perintah-Nya diberikan untuk menjadikan berkat-berkat tersedia bagi kita. Bapa Surgawi  yang penuh kasih mengetahui bahwa memilih untuk mengembangkan sikap bersyukur akan membawa kita pada sukacita sejati dan kebahagiaan besar “  pintanya.

Lebih lanjut kata dia mungkin selama ini manusia berfokus  untuk yang kita mensyukuri hal hal yang baik  adalah pendekatan yang salah. Sulit untuk mengembangkan sikap bersyukur  dan  berterima kasih hanya berdasarkan jumlah berkat yang kita miliki. Memang betul, penting untuk sering menghitung berkat kita dan siapa pun yang telah melakukan ini tahu ada banyak berkat, tetapi  diyakini  bahwa  Tuhan mengharapkan kita untuk  bersyukur pada saat-saat pencobaan daripada saat-saat berkelimpahan dan hidup nyaman.

Sebetulnya, kebanyakan rujukan tulisan suci bukan berbicara mengenai bersyukur untuk segala sesuatu melainkan menyarankan untuk memiliki rasa atau sikap bersyukur secara keseluruhan, baik suka maupun duka.

 Almarhum  Yustina Tiut meninggalkan seorang suami  Bapa : Lodovitus Bagus serta lima orang anak anak :  Rini Temala,  Rino Beang  Hilda Otang,  Celin Bagus.  Mex Bagus.

Redaksi