HUT WKRI ke 98 Tingkat Paroki Cewonikit.

Ruteng. Parokicewonikit.com – Perjuangan menegakkan harkat dan martabat perempuan adalah ‘roh’ keberadaan dan perjuangan Wanita Katolik RI yang didirikan pada 26 Juni 1924 dengan nama Poesara Wanita Katholiek. Pada waktu itu, nasib kaum perempuan, khususnya buruh perempuan pabrik cerutu Negresco, mengalami kegelapan, hampa harapan, dan ketidakberdayaan dalam perjuangan.

Gerak jalan bersama ( foto dok WKRI Cewonikit )

Sejak saat itu, perjuangan menegakkan harkat dan martabat perempuan adalah ‘roh’ keberadaan Wanita Katolik Republik Indonesia. Organisasi kemasyarakatan perempuan katolik diproklamirkan pada tanggal 26 Juni 1924 dengan nama Poesara Wanita Katholiek.

Keprihatinan dan keberpihakan kepada buruh perempuan pabrik cerutu zaman itu menggugah hati sekelompok perempuan muda untuk memperjuangkan kesejahteraan hidup para buruh perempuan. Rerum Novarum, ensiklik pertama yang dikeluarkan Paus Leo XIII tahun 1891 tentang kondisi kelas pekerja, menjadi dasar para pendiri Wanita Katolik RI melakukan negosiasi dengan pimpinan pabrik waktu itu.

Keberadaan Wanita Katolik RI menunjukkan bahwa gerakan perempuan sudah ada di Indonesia, sebelum Kemerdekaan. Sembilan puluh empat tahun lalu, tepatnya 22-25 Desember tahun 1928, diselenggarakan Kongres Perempuan I – inilah kebangkitan Gerakan Perempuan di tanah air.

Demikian Ketua DPC WKRI Paroki Cewonikit Ny. M. Henny Rumondor mengutip sambutan Ketua  Presidium Wanita Katolik RI Ketua, Justina Rostiawati usai melaksanakan pelayaan Koor pada Misa Minggu 26/6/2022 di Gereja Paroki Cewonikit, Keuskupan Ruteng dalam rangkian memperingati Hut ke 98 Organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia ( WKRI ).

Lebih lajut kata dia dalam semangat itu, Ibu M. Henny Rumondor dalam percakapan dengan media ini usai Misa menyampaikan  untuk tingkat Paroki Cewonikit Keuskupan Ruteng WKRI merayakan Ulang Tahun ke 98 berbagai kegiatan dilaksanakan.

Anjangsana pada Panti asuhan ( foto dok WKRI Cewonikit )

“ Menyambut hut ke 98 ini, kami melaksanakan berbagai kegiatan seperti : gerak jalan sehat, makan buah bersama dan mengukur tekanan darah pada 18 juni 2022 dilanjutkan dengan  kegiatatan sosial pemeriksaan gol darah gratis dan donor darah 24 juni 2022, selanjutnya  25 juni 2022 anjangsana ke pantiasuhan dan puncak hari ini koor di gereja. Semua kegiatan dilaksanakan berdasarkan Program Kerja WKRI DPC ST. Vitalis Cewonikit tahun 2022 “ katanya.

Koor di Gereja Paroki St. Vitalis Cewonikit ( Foto WG )

Dalam kerangka perayaan yang hampir satu abad Wanita Katolik Republik Indonesia dengan thema Mari Menyatukan Hati dalam Kebersamaan Membangun Negri. Kita perlu tetap melestarikan prinsip dan nilai-nilai tradisional khususnya gotong royong.

Nilai-nilai luhur gotong royong merupakan salah satu kekayaan tradisional bersama local wisdom lain yang perlu kita pertahankan dan hidupi dalam rangka bergerak bersama menuju masa depan yang lebih sejahtera berkeadilan bagi masyarakat luas – bonum commune.

Redaksi

,