Prosesi Sakramen Mahakudus di Ruteng Memenangkan Jiwa

Ruteng. Parokicewonikit.com – Sakramen Maha Kudus adalah istilah keagamaan yang digunakan dalam Gereja Katolik Roma, dan juga dalam Gereja Anglikan, Gereja Methodis,  beserta beberapa kelompok gereja dalam Gereja Gereja Katolik Timur, untuk merujuk tubuh dan darah Kristus  dalam rupa roti dan anggur sakramen yang telah dikosentrasi dalam perayaan Ekaristi.

Dalam ritus Bizantin, roti dan anggur yang telah dikonsekrasi tersebut disebut sebagai Persembahan Suci dan Misteri Ilahi. Gereja Katolik  yang menjalankan tradisi tersebut percaya akan kehadiran nyata Yesus Kristus  dalam rupa roti dan anggur itulah sakramen, dan oleh karena itu mengamalkan praktik pencadangan dan adorasi Ekaristi. Kepercayaan ini dilandaskan pada penafsiran Kitab Suci  dan Tradisi Suci.

Pemahaman Katolik telah dijabarkan dalam beberapa konsili oikumenis , antara lain Konsili Lateran IV  dan Konsili Trento , yang dikutip dalam Katekismus Gereja Katolik  (yang menjelaskan arti dari ( transubstansiasi ).

Arti transubstansiasi (perubahan hakikat)?

Perubahan hakikat (istilah yang digunakan pada perubahan substansi roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Yesus Kristus pada waktu Sakramen) adalah doktrin yang dipercayai oleh beberapa orang, tetapi tidak semua, dari gereja Kristen. Gereja Inggris dan sejumlah besar lembaga Kristen berpendapat bahwa roti dan anggur adalah lambang-lambang yang disucikan.

“ Chrysostom menulis bahwa setelah anugerah ilahi menyucikan roti itu, “ini tidak lagi disebut roti, melainkan diagungkan sebagai tubuh Tuhan, meskipun sifat roti tetap ada” tulisnya

Dalam konteks ini Theodoret menjelaskan bahwa roti dan anggur tetap dengan sifatnya setelah ditahbiskan. Augustinus mengajarkan bahwa apa yang mereka lihat adalah roti dan cawan di atas mezbah, yang mereka lihat secara langsung; tetapi iman mereka harus dilatih untuk menganggap roti sebagai tubuh Kristus; dan dia menambahkan, “Oleh karenanya hal-hal ini disebut sakramen, karena yang kita lihat adalah satu hal dan adalah hal lain yang dipahami. Yang dilihat memiliki penampilan fisik; yang dimengerti memiliki buah roh”.

Isidore dari Seville berkata: “Kedua hal itu memang kelihatan, tetapi setelah disucikan oleh Roh Kudus, keduanya menjadi sakramen tubuh Tuhan”.  Gereja Katolik selalu berpegang pada doktrin kehadiran nyata dan jasmaniah.

Kapela Adorasi

Dengan demikian  peringatan tahun  ke 10 kehadiran kapel Adoramuste di keuskupan Ruteng  hari Sabtu, 11/6/2022 dilaksanakan Prosesi Sakramen Mahakudus pada tiga Paroki yaitu Katedral, Kristus Raja dan Paroki St. Vitalis Cewonikit Ruteng.

Ketua Panitia Yustin Romas kepada media ini menjelaskan “ Kami para pengurus Kapel Adorasi yang di percayakan melalui SK Uskup memprogramkan agar Sakramen Maha Kudus di arakan ke berbagai paroki seperti awal ketika kapel ini dihadirkan 10 tahun lalu. Karenanya atas dasar itu kami berkoordinasi dengan YM. Uskup Ruteng , Pemerintah Kabupaten  Manggarai dan Pastor Paroki dan Dewan Pastoral Paroki (DPP ) i,  yaitu Paroki Kristus Raja .St Vitalis Cewonikit juga Gereja St Asumta katedral Ruteng “ jelasnya.

Panitia Prosesi Sakramen Mahakudus Yustin Romas ( ketiga dari Kiri ) Frans Ade Setiawan ( Foto WG )

Kata dia yang diamini Sekretaris Panitia Frans Ade Setiawan, Romo Ompy sebagai penasihat/ pengurus kapel secara serius mempersiapkan dengan melaksanakan treduum selama 3 hari

Mohon cuaca yang baik dan berkat Tuhan turun untuk sukseskan.

Lebih lanjut mantan Kepala SMKN 1 Wae Rii itu menyampaikan bahwa untuk kegiatan ini YM Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat,  menghibahkan  sebuah monstran baru untuk dipakai hari ini.

“ Penyerahan Monstrans ini bertempat di Istana Keuskupan Ruteng.,dilakukan oleh bapak uskup Ruteng dan diterima oleh panitia pelaksana kegiatan perarakan Sakramen Maha Kudus, Jumat (10/6/2022).Sebelum Monstrans diserahkan terlebih dahulu dilakukan pemberkatan oleh YM bapak Uskup Ruteng. Untuk diketahui Monstrans tersebut dibeli oleh bapa Uskup Ruteng di Roma, dan dipersiapkan untuk kegiatan kudus yang diselenggaran oleh gereja “ lanjutnya,

Monstrans sendiri merupakan wadah yang digunakan oleh Gereja Katolik Roma untuk memajang Hosti Ekaristi yang sudah dikonsekrasi dalam upacara Adorasi Ekaristi atau Pemberkatan Sakramen Maha Kudus.

RD. Ompi ( Foto WG )

Berikut rute perjalalan sakramen Mahakudus

Pantauan media ini; pukul 07.00 pagi, Sakramen Maha Kudus sudah di tahtakan di Gereja St. Yosef, selanjutnya dilakukan Misa yang dimulai pukul 07.00  dan dipimpin oleh RD. Olympius Lasma Latu.Pr atau biasa disapa Romo Ompi.

Setelah misa, oleh Romo Ompi Sakramen Maha Kudus di bawah menuju rute perarakan keluar dari gereja St. Yosef menuju Kantor DPRD Manggarai, kemudian menuju arah Hotel Ranaka(Jl. Yos Sudarso).

Tepat diperempatan jalan Yos Sudarso, Sakramamen Maha Kudus, dijemput oleh umat Paroki Kristus Raja Mbaumuku

Disini akan dilakukan acara serah terima dari Romo Ompi kepada Pastor Paroki Kristus Raja Romo Ardus Noveri, untuk selanjutnya Sakramen Mahakudus diarak menuju Gereja Kristus Raja Mbaumuku.

Di gereja Kristus Raja Mbaumuku, Sakramen Maha Kudus  ditahtakan selama 30 menit.

Setelah dari Gereja Kristus Raja Mbaumuku, Sakramen Maha Kudus di arak menuju Gereja St. Vitalis Cewonikit menggunakan mobil pick up, sampai di perempatan kantor Telkom, Sakramen Maha Kudus  diserahkan dari Romo Ardus Pastor Paroki Kristus Raja Mbaumuku kepada pastor paroki St. Vitalis Cewonikit Romo Ardi Obot.

Ratusan umat sudah menanti dan selanjutnya Sakramen Maha Kudus diarak  menuju ke Gereja St.Vitalis Cewonikit.Selama 30 menit, sakramen maha kudus akan ditahtakan didalam gereja St.Vitalis Cewonikit.

Selanjutnya dari Gereja Paroki St.Vitalis Cewonikit, Sakramen Maha Kudus Akan diarak menuju Paroki Katedral Ruteng.

Acara penjemputan Sakraman Maha Kudus oleh pastor paroki Katedral Ruteng Romo Bene Bensi. DPP Katedral dan umat berlangsung di jembatan Wae Gogol. Sakramen Maha Kudus, selanjutnya diarak oleh Romo Bene Bensi serta umat menuju Gereja Katedral Ruteng dan selama 30 menit ditahtahkan di Gereja.

Setelah itu Sakramen Mahakudus  kembali diarak menuju Gereja St. Yosef, dan didepan pintu gereja St. Yosef Sakramen Maha Kudus di terima oleh Romo Ompi, kemudian ditahtakan kembali diatas altar. Umat  berdoa bersama, dan dilaksanakan ritus pemberkatan  Sakramen Maha Kudus yang dipimpin oleh Romo Ompi.

Pastor Paroki Katedral RD. Bene Bensi menjemput Sakramen di Wae Gogol ( Foto WG )

Terpisah Pastor Paroki Cewonikit menyampaikan bahwa dari perarakan yang dilaksanakan hari ini, kita sungguh menyadari keagungan, kebesaran dan kehadiran Tuhan Yesus secara sempurna dalam Sakramen Mahakudus.

“ Yesus adalah Raja Semesta Alam, penguasa atas langit dan bumi sunggu datang secara sempurna dalam prosesi Sakramen Mahakudus  yang dilaksanakan hari ini, dan sekaligus  mengingatkan kita akan aksi Tuhan yang tidak berkesudahan bagi kita manusia “ tuturnya.

Kegiatan hari mendapat apresiasi dari seluruh umat dari tiga paroki yang melaksanakan kegiatan ini sehingga sebagai pastor/ gembala umat RD. Ardi Obot merasa sangat bahagia dengan diadakan kegiatan prosesi ini dimana Tuhan Yesus hadir secara sempurna untuk melawat kita umatnya.

“ Dalam doa yang kita sampaikan kepada Tuhan, kita mohon berkat untuk hidup  semua umat yang  sedang bersiarah di dunia ini dan sekeligus berdoa untuk kemenangan  jiwa jiwa yang sudah berpulang. Kita yakin bahwa umat yang sudah meninggal dari seluruh wilayah Keuskupan mengalami kehidupan baru di Surga, karena Tuhan Yesus dengan kedatangan Sakramen Mahakudus, mengangkat, memegang menjamah dalam kehidupan baru di Surga. Dan ini menunjukan bahwa citra iman Katolik itu amat sangat luar biasa dan Tuhan hadir secara sempurna. Kita yang masih hidup mendapat berkat dan jiwa jiwa yang sudah meninggal berbahagia dan jiwa jiwa dimenangkan “ tutupnya.

Prosesi Sakramen Mahakudus hari ini juga bagian mengejawantakan semangat tahun 2022 di Keuskupan Ruteng sebagai tahun yang sudah dicanangkan sebagai tahun Pariwisata holistik sehingga perarakan Sakramen Maha Kudus kali ini, umat  mengenakan busana manggarai.

Redaksi

, , , ,