Mewartakan Kebaikan Adalah Hidup Yang Berkenan

Ruteng. Parokicewonikit.com -Berbuat baik dapat membuat kita lebih banyak melihat keindahan dan kebaikan dunia. Dunia ini sudah sangat menakutkan dengan segala kekejaman dan kejahatan yang diciptakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Misa malam ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk mengubah kesan ‘dunia yang penuh kejahatan’ menjadi kesan bahwa dunia ini indah dan ada banyak kebaikan di dalamnya. Tentunya, untuk mendalami kebaikan itu semua perlu dimulai dari diri kita sendiri dan diwartakan untuk orang lain. 

Keluarga almarhum membaca bacaan I ( Foto WG )

Dengan segala kebajikan yang kita perbuat, kita dapat menunjukkan kepada orang-orang di sekitar kita bahwa saling membantu untuk kebaikan itu bagus dan saling menyayangi akan membentuk suasana kerja dan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. 

Demikian inti pewartaan yang disampaikan oleh Pater Yakobus Modo, SVD dalam renungannya saat Misa tutup doa untuk almarhum Sirilus Soo, mantan Guru SDI Mbongos di Golo Pau Paroki Rua, Senin 6/6/2022.

“ Pa Sil luar biasa, dia selalu melakukan kebaikan dengan memberikan uangnya kepada siapa saja, ketika beliau setiap pulang mengambil gaji pensiunnya. Bagi saya ini bukan sesuatu yang buruk, namun perbuatan almarhum merupakan implementasi dari pikiran bawa sadarnya tentang sesuatu yang mungkin semasa hidupnya belum almarhum lakukan “ tandasnya.

Lebih lanjut imam Tuhan yang bergabung pada Serikat Sabda Allah itu yang saat ini sedang mempimpin Panti asuhan Wae Peca Ruteng, menuturkan berbagai pengalaman kebaikan ketika hidup bersama pa sil di Paroki ini.

Putra sulungnya Sony Tenda ( kedua dari kiri ) foto WG

“ Saya mendengar dari penuturan putra sulungnya Sony Tenda  bahwa; almarhum pa Sil jika menelpon anaknya pada saat mereka kuliah bukan pada jam sekolah sebab dia tau, urusan keluarganya menjadi urusan yang kedua sedangkan urusan kerja yang utama sebagai sebuah kebajikan, ini mungkin sala satu penyebab almarhum dari pengangkatan sebagai ASN sampai purna tugas tetap menjadi guru di desa ini” tuturnya.

Orang beriman menjalankan tugas dengan tekun. Masih ingat banyak sekali kebaikan yang dilakukan pa Sil. Dalam hidup ini, bahkan selama hidup banyak orang menceriterakan keburukan orang lain, sementara kalau kita sudah meninggal litania kebaikan itu yang kita dapatkan. Olehnya kematian sesungguhnya sebuah pewartaan kebaikan.

“ Berbuat kebaikan sebagai kebajikan dapat melatih kita menjadi individu yang selalu bersyukur kepada Tuhan. Kita tidak menjadi pribadi yang selalu mengeluh atau iri terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain, namun selalu bersyukur dan memaksimalkan segala kemampuan yang kita miliki. 

Paduan suara para Frater OSM dan Suster fransiskan ( foto WG )

Bersyukur juga merupakan salah satu kriteria yang dimiliki oleh banyak orang sukses, karena mereka tidak pernah mencoba untuk membanding-bandingkan diri mereka dengan orang lain. Jadi, dengan berbuat baik, kita akan merasa bersyukur dan puas terhadap apa yang kita punya dan tidak peduli dengan apa yang orang lain miliki, namun fokus untuk meraih kesuksesan kita sendiri “.“ tutup imam asal Boba Ngada itu..

Redaksi