Misa Mengenang Alm. Ibu Margareta Samung Didoa Ibuku, Sering Kini Ku Kenang Di saat Berat

Ruteng. Parokicewonikit.com – Lyrik  lagu Di doa ibuku namaku disebut oleh  Natashia Nikita Menjadi salah satu hal yang disenggol oleh RD. Frans Hawan, Pr.  ketika berkotbah saat memimpin Misa mengenang dan berdoa pada hari ketiga meninggalnya ibu Margareta Samung, istri dari alm Yosef Jemat warga Lempe III Wilayah IV paroki Cewonikit, Selasa 35/2022.

Berikut adalah Syair lagu itu ;

Di waktu ku masih kecil, gembira dan senang
Tiada duka kukenal, tak kunjung mengerang
Di sore hari nan sepi, ibuku bertelut
Sujud berdoa kudengar namaku disebut

Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku dengar, ada namaku disebut

Seringlah kini kukenang, di masa yang berat
Di kala hidup mendesak dan nyaris ku sesat
Melintas gambar ibuku, sewaktu bertelut
Kembali sayup kudengar, namaku disebut

Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku dengar, ada namaku disebut

Sekarang dia telah pergi ke rumah yang senang
Namun kasihnya padaku selalu kukenang
Kelak disana kami pun bersama bertelut
Memuji Tuhan yang dengar namaku disebut

Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku kudengar, ada namaku disebut

Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku dengar, ada namaku disebut

Ada namaku disebut

Permenungan ini didasari oleh pewartaan tentang Kebangkitan Yesus dalam I Korintus 15,yang terurai dalam tiga perikop yaitu Kebangkitan Kristus, Kebangkitan Kita, dan Kebangkitan Tubuh.  Mengutip ayat ayat 12;

“ Jadi bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada diantara kamu yang menyatakan, bahwa tidak ada kebangkitan diantara orang mati. Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu “ kutipnya.

Koor dari Wilayah IV ( foto WG )

Terkait dengan perayaan Misa mengenang dan berdoa pada hari ketiga. almarhumah Margareta istri dari alm bapak Yosef Jemat yang telah meninggalkan kita untuk selamanya. Dalam hidupnya mendiang alm  dikaruniai anak 8 orang 1 putra dan 7 orang putri dengan cucu 23 serta cece 8 0rang saat ini, imam projo Keuskupan Ruteng yang seharian bekerja sebagai dosen pada Unika St. Paulus Ruteng, menyampaikan bahwa dia seorang ibu pasti kurang sempurna sebab kesempurnaan hanya milik Tuhan, namun sebagai seorang ibu dia telah mengikuti Kristus dengan memikul salibnya;

“ Seorang ibu,tentu setia dan yang  pasti sudah memikul salib sedang ada dalam kandungan dan masih tertaut tali pusat. Dalam banyak hal pasti dia sudah memperhitungkan segala resiko. Dalam segala hal dia mengharapkan kesuksesan anaknya “ katanya sambil mengingat tentang dirinya sebagai seorang anak yang terlahir dalam keluarga besar.

Yance Usman Mewakili Keluarga Berduka ( Foto W.G )

Sejalan dengan itu, terkait dengan salib yang sudah dialami oleh mama Margareta Yance Usman sebagai mantu pertama dari keluarga ini menceriterakan tentang peristiwa kelahiran dari kedelapan anak dari almarhuma dalam sambutan mewakili keluarga, dia menyampaikan;

“ Almarhuma mama sudah melahirkan delapan orang anak, ada yang menarik bahwa dalam kelahiran anaknya hanya kelahiran anak pertama dan kedua saja yang dibantu oleh para dukun terlatih, sedangkan kelahiran selanjutnya dia urus sendiri. Ini sangat menncengangkan sebab mama waktu itu menyiapkan sendiri, misalnya baskom, gunting, kain kasa dll agar anaknya selamat setelah dilahirkan. Ketika bapak Yosef pulang sekolah maka dia sangat kaget kalau mama sudah melahirkan dengan kondisi yang selamat dan baik “ ceritanya.

Selanjutnya, Yance Usman juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu almarhuma selamat hidup bersamanya, terutama kepada adik adik yang setia merawat mama Margareta;

“ Terima kasih pada semua pihak yang dengan caranya sudah membantu mama, terutama setelah meninggalnya bapak Yosef Jemat pada tahun 2016 yang lalu, sebab sejak saat itu mama dalam kondisi yang kurang sehat. Terima kasih ini juga dikususkan pada keluarga Paskalis Jemali ( salah satu anak mantu )  yang kebetulan tinggal satu kelompok dengan mama Margareta “ tutupnya.

Redaksi.