Setelah 4 Tahun, OMK St Teofilus Kini Mengganti Pucuk Kepemimpinan Pengurus

Ruteng. Parokicewonikit.com – Orang Muda Katolik (OMK) St Teofilus Paroki St Vitalis Cewonikit memilih ketua dan wakil ketua kepengurusan baru dalam rapat pada Minggu (01/05/2022). Berdasarkan hasil penghitungan suara, Leonardus Putra (27) didapuk sebagai ketua pengurus baru untuk masa tugas selama dua tahun.

Pemilihan langsung itu telah melalui diskusi yang cukup alot selama beberapa hari terakhir untuk menentukan kandidat dari setiap perwakilan wilayah KBG Paroki St Vitalis Cewonikit. Dari kesepakatan bersama, sebelumnya keluar beberapa nama bakal calon yang akan maju dalam pemilihan.

Namun, hingga pemilihan berlangsung hanya dua kandidat yang siap maju dalam pemilihan. Mereka adalah Leonardus Dodi Putra sebagai perwakilan wilayah 1 Paroki St Vitalis Cewonikit dan Natalia Vanesa Sailo perwakilan wilayah 8.

Suasana pemilihan Ketua OMK St. Teofilus Paroki Cewonikit ( Foto J S )

Dari perolehan suara, Leonardus mengungguli Vanesa dengan menggaet 26 suara pemilih. Sementara Vanesa hanya memperoleh 6 suara. Dengan begitu Leonardus keluar sebagai ketua OMK St Teofilus untuk periode 2022 sampai 2023.

“Melalui pemilihan hari ini, kita sudah menemukan orang yang tepat untuk dipercayakan tugas-tugas pelayanan OMK ke depannya,” tukas Apri Burty, mantan ketua pengurus OMK St Teofilus periode sebelumnya.

Kendati telah melakukan pemilihan, panitia pemilihan menyayangkan ketidakikutsertaan beberapa wilayah dalam kegiatan. Dalam satu minggu terakhir, panitia mengaku telah menyurati para pengurus inti tiap wilayah untuk menentukan kader mereka masing-masing. Namun hingga hari pemilihan, delapan wilayah KBG tidak ambil bagian.

“Memang ada beberapa yang dicalonkan. Tapi tidak hadir saat pemilihan. Jadi cuma ada dua calon yang bersedia,” jelas Fansi Parman, salah satu anggota panitia pemilihan OMK St Teofilus.

Pemilihan ketua beserta kepengurusan baru OMK merupakan agenda segar setelah empat tahun tidak ada pergantian pucuk kepemimpinan. Dalam aturan terbaru Keuskupan Ruteng, masa jabatan ketua dan pengurus OMK diatur menjadi dua tahun. Hal ini mengingat perlu adanya regenerasi dalam organisasi-organisasi orang muda Katolik.

“Saya akan memanfaatkan waktu dua tahun untuk betul-betul melayani dan membangun OMK yang lebih baik dan solid,” tukas Leonardus.

Redaksi / Jeri Santoso.

,