Adorasi Ekaristi Pribadi

Oleh : Willy Grasias

Ruteng. Parokicewonikit.com – Di luar Perayaan Ekaristi kita dapat mengunjungi dan menyembah Sakramen Mahakudus yang disimpan dalam Tabernakel atau yang ditahtakan. Banyak gereja  telah menyediakan ruangan khusus untuk adorasi. Adorasi memerlukan keheningan batin. Batin yang hening memerlukan kerendahan hati. Hati yang terbuka siap mendengarkan, dengan kelembutan kasih.

Di Paroki St.Vitalis Cewonikit ruang adorasi sudah dibangun pada lantai 1 gedung Gereja itu, indah dan eksotik dapat menghantar orang pada permenungan paling dalam untuk menyerap energy ilahi yang didapati dari rasa dan nilai sebagai seorang beriman.

Manfaatnya adorasi pribadi pada ruang adorasi diolah dari berbagai sumber

Adorasi adalah sebuah tempat di mana umat katolik  mendekatkan diri kepada tuhan secara pribadi dan lebih intensiv, biasanya di beberapa gereja di sediakan ruangan khusus adorasi. Ruangan ini sangat tenang dan nyaman bagi yang benar benar mencari jawaban dari tuhan atas segala kegundahan serta masalah yang ada.

Pengelanan arti kata Adorasi dan Tujuan :

Tepatnya Adorasi (dari bahasa Latin: Adore yang berarti menyembah), singkatnya adalah devosi terhadap Sakramen Mahakudus, dimana sakramen dieksposisi dalam monstrans untuk venerasi publik.

Bentuk bentuk  adorasi beragam, ada adorasi meriah, yang diatur secara ketat tata-caranya, ada juga adorasi yang lebih sederhana.

Baik itu sederhana maupun meriah, doa-doa yang dipanjatkan ditujukan harus Kristosentris, karena yang menjadi obyek sekaligus tujuan penyembahan itu sendiri adalah Sakramen Mahakudus yang ditahtakan.

Adorasi menjadi bentuk devosional yang sangat populer dan berkembang di Gereja Latin utamanya setelah ajaran tentang kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi mendapat tantangan. Sebelum Konsili Vatikan II, dimana Liturgi Ekaristi menjadi semakin jauh dari partisipasi aktif umat, devosi kepada Ekaristi dalam bentuk Adorasi sangat populer.

Setelah Konsili Vatikan II, devosi ini sayangnya agak ditinggalkan. Namun sekarang devosi ini mulai populer kembali dan sangat dianjurkan.

Jika eksposisi sakramen tidak ada, adorasi akan kehadiran Yesus dalam tabernakel dianjurkan.

Ada praktek lain yang umumnya menyertai Adorasi, yaitu “Benediction” atau pemberian berkat dengan Sakramen Mahakudus. Imam atau Diakon mengangkat monstrance dan membuat tanda salib dengan monstrans di hadapan umat (bisa untuk sekaligus satu kelompok, atau terhadap umat orang per orang dalam prosesi).

Dalam praktek yang umum dilakukan, utamanya oleh Gerakan Karismatik Katolik, sering kali pemberian berkat orang perorang ini ditonjolkan. Pada dasarnya ini praktek yang valid, utamanya bagi orang sakit sebagaimana dilakukan di Lourdes. Namun pemberkatan ini bukan bagian utama atau esensial dari Adorasi. Point dari Adorasi adalah menyembah Kristus yang hadir dalam Ekaristi, dan tidak selalu diikuti oleh pemberian berkat.

Terkait dengan Adorasi adalah apa yang dikenal dengan Jam Suci (Holy Hour). Yang dimaksud Jam Suci adalah menghabiskan waktu 1 jam berjaga-jaga dalam doa di hadapan Sakramen Mahakudus (adorasi) untuk mengenang sengsara Yesus di Getsemani. Dengan kata lain, berjaga-jaga bersama Yesus dalam sakratul mautNya di Getsemani, seperti yang Ia minta dari para murid yang Ia jumpai tertidur: “Tidak bisakah kamu berjaga-jaga bersama Aku walau satu jam saja?”

Pelaksanaan Jam Suci yang terkenal adalah setelah Misa terakhir perayaan Kamis Putih, yang biasanya dilakukan semalaman (Tuguran). Namun demikian, Jam Suci dapat dilakukan kapan saja oleh siapa saja di hadapan Sakramen Mahakudus.

Berikut panduan dalam melakukan adorasi Ekaristi pribadi..

PERSIAPAN: Pertama;. lapangkanlah ruang hati, bersih dan sunyi dari suara-suara terutama suara pikiran yang mengganggu. Kedua;. duduk bersama-Nya dalam percakapan batin. Ketiga. Memohon ampun atas segala dosa yang telah diperbuat.

PELAKSANAAN. Pertama. Mendoakan Mazmur (Mis. Mz. 70, 103, 136,146, dll). Kedua. Membaca dan merenungkan Kitab Suci. Carilah perikoptentang Belas Kasih Allah yang Maharahim. Bila ada ayat yang menarik perhatian, mintalah kepada Tuhan mengajarkan apa yang ingin disampaikan-Nya. Ketiga. Mencurahkan isi hati. Curahkanlah isi hatimu pada-Nya. Jangan lupa mohon bimbingan-Nya agar semakin memahami dan dimampukan hidup dalam semangat Belas Kasih Allah yang Maharahim. Keempat . Bersyukur dan Berdoa. Doakanlah keluarga, teman-teman atau sesama, dan juga mereka yang telah mendahului kita menghadap- Nya.

PENUTUP. Pertama. Berdiam diri dan menikmati kehadiran Allah. Nikmatilah momen perjumpaan dalam keheningan dan rasakan kehadiran Yesus bersamamu. Kedua . Mohon berkat bagi perjalan hidupmu.

Semoga.

Willy Graias, Katekis Cewonikit dari tahun 1983 – sekarang.