Akir Hidup Manusia Untuk Memandang Kemuliaan Allah : ( 40 Hari ) Ny. Til Nahi di Kelompok st. Yosef

Pokicewonikit.com – Dalam misa arwah peringatan 40 hari,mennggalnya Nyonya Til Nahi warga KGB St.Yosef wilayah VII Paroki St. Cewonikit Ruteng, RD. Ardi Obot Pr. Pastor Paroki St. Vitalis Cewonikit Ruteng  meminta semua umat yang hadir untuk memahami misteri kematian sebagai rencana Agung Tuhan sebagai pemilik kehidupan.Pada kesempatan itui, Rm. Ardi  mengajak semua untuk melihat bahwa ketika kita mengenangkan saudara saudari kita yang telah meninggal itu berarti kita menghubungkan kembali diri kita dengan dirinya.

“ Amatilah sangat penting bahwa dalam hidup ini kita mengenangkan kembali orang-orang yang dulu pernah hidup bersama dengan kita. Kita menghubungkan hidup kita dengan hidup mereka. Seiring dengan itu, kesedihan kita pun semakin berkurang. Dan di sinilah kemampuan daya ingat memainkan peranan yang besar. Setiap kali kita mengenang kembali kehidupan orang yang telah meninggal, kita pasti akan merasa sedih “ pintahnya.

Keluarga alm. nyonya Til Nahi ( foto W.G. )

Sedih atau bahkan sampai menangis bukanlah sesuatu yang buruk. Bahkan dikatakan, itu baik dan bahkan perlu. Kalau kita berusaha untuk menekan perasaan sedih itu maka kita pasti akan merasa sakit.

Kita semua tentu ingin dikenang. Yesus sendiri pun ingin dikenang. Dia meninggalkan bagi kita suatu cara untuk mengenang Dia yaitu melalui Ekaristi. Pada perjamuan malam terakhir Dia bahkan mengatakan : “Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku.”

Dan hal yang menakjubkan bahwa ketika kita mengenang Yesus dengan cara ini, Dia akan hadir bersama kita. Bukan suatu kehadiran fisik tetapi secara rohani: Suatu kehadiran nyata yang mengatasi ruang dan waktu. Dengan demikian kita bisa masuk dalam suatu relasi dengan dia lebih dalam daripada relasi melalui kehadiran fisik. Kita tidak hanya berkomunikasi dengan Dia tetapi kita bersatu dengan Dia.

Orang-orang yang kita cintai yang telah meninggal dunia, tidak pernah hilang, tidak pernah dipisahkan dari kita. Jika kita mengenang mereka, maka mereka pun hadir bersama dengan kita. Bukan hanya dalam kenangan tetapi sungguh hadir. Meskipun kita tidak bisa melihat, tetapi kita bisa merasakan.

Pada kesempatan ini, pertama-tama kita diajak untuk bersyukur kepada Allah atas anugerah hidup yang telah Ia berikan kepada almarhumah juga atas anugerah hidup yang telah kita terima melalui dia.

“ Dari semua hal yang saya rekam tentang amarhumah mendapat kesan bahwa kita semua berbangga bahwa dalam hidup ini kita mengenal dan bahkan hidup bersama Ibu Til, Saya yakin keluarga pasti sangat berbangga memiliki seorang ibu seperti ini. Namun satu hal yang ingin saya katakan bahwa betapa pun baiknya seseorang , cintanya yang pernah kita terima masih merupakan cinta seorang manusia yang terbatas dan tidak sempurna. Kita merindukan sebuah cinta yang sungguh dapat dipercayai, sebuah cinta yang sungguh sempurna, dimana hanya Allah sajalah yang mampu memberikannya. Hanya Allah dapat memberikan apa yang kita rindukan “ demikian Rm. Ardi dalam pesan peneguhannya.

Paduan Suara Wilayah VII Paroki Cewonikit ( Foto W.G )

Menutup renungannya RD. Ardi menyitir tentang Sabda Tuhan tentang doa Yesus. Ya bapa semoga semua orang yang Kau berikan padaKu, memandang kemuliaan Allah yang Kau berikan padaku.Inti kehidupan manusa pada akir kehidupan memandang kemuliaan Allah.

Redaksi