Meriah Misa Tutup Tahun di Gereja St. Vitalis Cewonikit


Ruteng. Parokicewonikit.com – Misa tutup tahun 2021 di Gereja St. Vitalis Cewonikit Ruteng meriah, hal ini untuk mengucap syukur pada Tuhan setidaknya kita semua masih diberi nafas kehidupan sampai akhir tahun 2021 ini.

Dalam hidup ini hanya ada dua wali , yaitu wali dia ( mengucap syukur ) dan wali gelak ( terjungkal ) dan itulah realita hidup ini.

Demikian RD. Ardi Obot, Pr dalam bagian kotbahnya ketika mengajak umat gembalaan di Paroki Cewonikit, salah satu Paroki dalam bilangan kota Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai NTT.

Menurut RD Ardi Obot, ketika dia ditugaskan pada Paroki ini, saya sudah merasa bahwa semua umat adalah bagian hidupnya, sehingga saya betah dan berusaha dalam semua karya Pastoral di Paroki ini sungguh berjalan bersama umat yang dipercayakan Tuhan padanya.

” Apabila kita dalam Tuhan, maka segala kegelapan sebagai tantangan dijauhkan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu sendiri adalah terang. Dalam hidup ini begitu banyak tantangan namun hidup dalam Tuhan pasti dapat menghalau segala kegelapan dalam hidup hidup ini, untuk itu mari kita mengucap syukur ( wali dia ) pada Tuhan” katanya.

Dengan demikian lanjutnya, sebagai orang yang percaya pada Tuhan yang menyelenggarakan hidup ini, dalam terang Tuhan sungguh menghalau kegelapan di dalam hidup ini.

Selanjutnya RD Ardi imam Tuhan yang energik itu dalam melanjutkan kotbah menyitir tentang Dewa Januarius yang berasal dari kata Janus, dewa Yunani yang berwajah dua itu, satu menghadap ke belakang dan satu menghadap ke depan. Keberadaan dewa ini sungguh menjadi tempat diakhir Tahun, dikatakannya;

” Dewa ini ditempatkan dititik pergantian tahun karena diyakini bisa menengok masa lalu dan masa depan di waktu yang sama. Mari kita, menengok masa lalu pada tahun 2021, dan menengok masa depan di tahun 2022. Secara siklus pada bulan itu titik awal menamai bulan Januari sebagai awal kalender Romawi yang kita gunakan sekarang ” sitirnya.

Menutup kotbanya dia berceritera tentang pertandingan bola yang ditonton oleh semua Dewan Paroki dan para biarawati yang ada di Paroki Cewokinit antara kesebelasan Islam dan kesebelasan Katolik.
Pertandingan ini ditonton oleh Tuhan Yesus, saat bola masuk pada gawang kesebelasan Islam Tuhan Yesus bertepuk tangan meriah, demikianpun sebaliknya ketika bola itu masuk pada gawang kesebelasan Katolik lalu orang bertanya sebenarnya Tuhan membela siapa ? Romo Ardi menjawabnya sendiri.

” Tuhan tidak memihak pada siapapun, Tuhan hanya berpihak pada yang memasukan gol, itulah hidup, berjuang untuk memenangkan kebaikan ” tutupnya.

Paduan suara gabungan para biarawati se Paroki Cewonikit, dirigen Sr. Erna, SCMS.

Untuk memeriahkan Misa tutup Tahun 31 Desember 2021 koor ditanggung oleh para biarawawati dengan dirigen utama Suster Erna, SCMS yang berpusat di Ngawe Pau, Paroki Cewonikit Ruteng.

Dalam perayaan Natal Tahun ini, Paroki Cewonikit berhasil mengumpulkan sejumlah dana yaitu dari Aksi Natal 41 KBG minus dua KBG yang belum masuk terkumpul dana sejumlah 57. juta lebih sedangkan sumbangan umat secara sukarela sebanyak 40 an juta, dengan demikian dana terkumpul dari sumbangan kasih dari tangan terulur sejumlah seratusan juta rupiah.

Redaksi.

, ,