Minggu Advent IV: Ganti Homili, Romo Ardi Obot Bacakan Surat Gembala Uskup Ruteng

Ruteng, parokicewonikit.com – Perayaan Misa Minggu Advent IV (19/12) di Gereja Katolik Santu Vitalis Paroki Cewonikit Keuskupan Ruteng, RD. Benediktus Ardi Obot, Pr., mengganti Homili dengan membacakan Surat Gembala Uskup Dioses Ruteng, Mrg. Siprianus Hormat, Pr. Pembacaan Surat Gembala tersebut sesuai instruksi Keuskupan Ruteng yang tidak hanya untuk umat Katolik di Paroki Cewonikit, tetapi seluruh Gereja Katolik dalam wilayah Keuskupan Ruteng.

Seperti biasa, mengawali homily, Romo yang berhasil membangun Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa Paroki Wae Sambi di Kevikepan Manggarai Barat ini, terlebih dahulu menyapa Umat yang hadir dalam perayaan tersebut. “Selamat pagi., apa kabar, Bapak/Ibu, Orang-orang Muda Katolik dan anak-anak sekalian. Terima kasih pada hari berahmat ini kita semua berkumpul di Rumah Tuhan,” demikian RD Ardi Obot, yang dijawab “baik” secara serempak oleh Umat yang hadir.

Menurut Romo Ardi, Surat Gembala Uskup yang dibuat sendiri oleh YM Mgr. Siprianus Hormat, Pr., penting untuk disampaikan ke Umat dalam Perayaan Misa Minggu Advent IV ini. Tujuannya adalah agar umat dapat mengetahui dan memahami dengan baik suara dari YM Uskup sehingga dapat dijadikan pedoman dalam hidup meng-Gereja. Selanjutnya Romo Ardi, membacakan seluruh Surat Gembala Natal 2021 Uskup Ruteng dengan judul “Meneguhkan Persaudaraan dalam Kasih Kristus (1Ptr 1:22).

“Surat Gembala Natal 2021 Uskup Ruteng, YM. Mgr. Siprianus Hormat, Pr., ini wajib kami bacakan. Agar Umat mengetahui dan memahami dengan baik suara dari YM Uskup sehingga dapat dijadikan pedoman dalam hidup meng-Gereja,” jelasnya.

Usai membacakan surat Gembala tersebut, Pastor Paroki yang saat sedang membangun Gua Maria megah di halaman samping Gereja tersebut menegaskan kembali makna Advent. Dijelaskannya, masa Advent menandai masa persiapan menjelang Natal. Secara harfiah, kata advent berasal dari bahasa Latin yakni adventus yakni ‘datang’ atau yang berarti kedatangan Kristus. Masa Advent yang dirayakan selama empat minggu berturut-turut sebelum Natal ini masing-masing memiliki arti khusus yang berbeda.

Gua Maria Paroki Cewonikit ( Foto WG )

Minggu Adven Pertama demikian Romo Ardi, merupakan masa penantian kedatangan Kristus yang kedua, yakni kedatangan Tuhan pada akhir zaman. Pada Mingggu ini, tandanya dalah dengan menyalakan lilin ungu yang pertama.

Pada Minggu Adven Kedua, minggu ini lilin ungu kedua dinyalakan. Maknanya adalah untuk mengingatkan umatnya setia mempersiapkan jalan kedatangan Tuhan. Minggu Adven Ketiga, Minggu ini dikenal sebagai minggu Gaudete, yang menggambarkan suka cita menyambut kelahiran Yesus Kristus. Pada minggu ini lilin ketiga yang berwarna merah muda dinyalakan.

Sedangkan, Minggu Adven Keempat, mencerminkan peristiwa yang melibatkan Maria melahirkan Yesus. Pada minggu ini, lilin ungu terakhir dinyalakan bersamaan dengan 3 batang lilin sebelumnya. “Jadi Bapa/Ibu, Orang-Orang Muda Katolik, anak-anak sekalian, masa adven ini moment bagi kita untuk menyiapkan jalan dan tempat bagi Dia yang datang dan bersemayam dalam hati kita, Umat Tuhan yang percaya,” jelas Romo Ardi, yang saat tengah menyelesaikan pembangunan Ruang Adorasi di Lt. bawah Gereja Paroki Cewonikit ini. (**)

, ,